Berita

Aset PKS Lebih dari Rp 21 M

KAMIS, 16 MEI 2013 | 07:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

  Setiap Departemen, Bidang dan Badan di DPP PKS difasilitasi mobil operasional, termasuk juga yang difasitisasi mobil untuk Presisden, Sekjen & Bendahara.  

Kalau mau dihitung seluruh aset PKS, sebenarnya lebih dari Rp 21 miliar. Karena selain mobil, PKS juga memiliki kantor sendiri di beberapa provinsi dan kabupaten/kota, yang jika dinilai tentu totalnya lebih dari Rp 21 miliar.

Wakil Sekjen DPP PKS Mahfudz Siddiq mengungkapkan itu menanggapi keheranan penyidik KPK kemarin (Rabu, 15/5) setelah mengetahui aset partai tersebut berupa kendaraan operasional di seluruh kepengurusan tingkat pusat dan daerah senilai Rp 21 miliar.


Kemarin penyidik KPK mendatangani kantor PKS di Jalan TB Simatupang untuk menyita enam mobil yang diduga terkait dengan Luthfi Hasan Ishaaq.

Tak hanya, kata Mahfudz melanjutkan keterangannya, untuk operasional, PKS juga memberi tunjangan finansial bagi sejumlah pengurus yang full-time, baik DPP, DPW dan DPD.

Biaya operasional bulanan DPP misalnya Rp 1 sampai Rp 1,5 miliar perbulan membiayai seluruh bidang, badan dan departemen-departemen serta rumah tangga. Untuk ukuran DPD di kabupaten/kota, biaya operasional bulanan mereka antara RP 50 sampai RP 100 juta. Sementara untuk untuk DPW, lanjut Mahfudz, sekitar Rp 100 sampai Rp 200 juta.

"Jadi tuk hitung biaya operasional total bulanan, jumlahkan saja DPP + 33 DPW + hampir 500 DPD. Pastinya sangat besar," ungkap Mahfudz tadi malam di akun Twitternya.

Lebih jauh Mahfudz menjelaskan, sebelum muncul sebagai parpol pada 1999, PKS adalah gerakan dakwah yang juga terorganisir. Punya aset kantor, kendaraan dan biaya operasional.

"Seingat saya sblm 1999, aset gerakan ini tidak kurang dari 5 kantor & 20-mobil serta sejumlah sepeda motor. Atas nama perorangan," ungkapnya. Semua aset gerakan dakwah sebelum 1999 berasal dari infak dan wakaf banyak pihak yang terlibat, mendukung dan simpati dengan dakwah, demikian Mahfudz. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya