Berita

Politik

SBY Tidak Pernah Jujur!

KAMIS, 16 MEI 2013 | 03:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

"Maafkan kedua orang tuamu, kalau tak mampu beli susu. BBM naik tinggi, susu tak terbeli. Orang pintar tarik subsidi, mungkin bayi kurang gizi".

Lantunan lirik lagu Galang Rambu Anarki yang dipopulerkan Virgiawan Listanto atau yang terkenal dengan nama Iwan Fals itu terdengar di sudut Desa Tanjungsari Cikaum Subang, Minggu (12/5) . Sebuah panggung dikerumuni ratusan penduduk desa yang kebanyakan petani dan buruh. Dari panggung itulah tokoh muda NU, Kyai Maman Imanulhaq melantunkan lagu tersebut untuk menggugat pemerintah yang berencana menaikan harga BBM.

Kyai Maman yang juga dikenal aktifis anti korupsi menggambarkan kondisi rakyat Indonesia yang menderita akibat banyaknya kebijakan pemerintah SBY yang tidak memihak rakyat. Ironisnya, sementara banyak rakyat kecil yang banting tulang mempertahankan kehidupan, sebagian elit justru mempertontonkan kerakusannya.


"Indonesia tidak akan hancur karena bencana alam atau karena perbedaan yang ada di tengah masyarakat. Kehancuran Indonesia akan terjadi karena dua hal: kebejadan moral para elit dan keputus-asaan kaum alit," tegas dia.

Argumen pemerintah bahwa kenaikan BBM untuk menyelamatkan APBN dan melanjutkan program pro rakyat seperti dikatakan Ketua DPR RI Marzuki Ali dianggap mengada- ada oleh Koordinator Masyarakat Ànti Korupsi Andi Sofyan yang memfasilitasi kehadiran dan acara Kyai Maman di Cikaum.

Andi mengingatkan dampak ekonomi maupun sosial kenaikan BBM akan mendzholimi masyarakat. Memang benar bahwa persentase jumlah subsidi pada APBN menduduki peringkat pertama. Tapi seperti di APBN tahun 2012, persentase subsidi untuk rakyat berada pada peringkat kedua yakni 20,64%. Pada APBN 2012 persentase tertinggi dijatah untuk keperluan belanja pegawai, yakni 22,37%. Jadi wajar, kalau pejabat kita kehidupannya makin mewah sedang rakyat makin susah. Seharusnya pemerintah sedari dulu jujur kepada masyarakat jika mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan Negara. Sehingga tidak perlu mengkambing hitamkan jebolnya APBN karena subsidi yang membengkak.

"Memang sudah sewajarnya rakyat harus terus disubsidi oleh pemerintah. Karena kalau subsidi tidak ada, maka pemerintah telah mengkhianati amanat UUD 1945 Pasal 33," kata Andi.

Terkait soal Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) yang akan diberikan selama 4 hingga 6 bulan untuk rakyat miskin, Andi mengatakan sangat rawan dijadikan komoditas politik bagi pencitraan SBY dan kemenangan Partai Demokrat di Pemilu 2014.

Dalam dialog, seorang tokoh masyarakat Cikaum H. Mukri mempertanyakan fenomena yang riuh dan gaduh soal Ustad, Kyai atau Engkong yang terlibat korupsi inpor sapi, Eyang Subur yang jadi panutan para artis, ketua gank motor Makasar, Mbah Klewang asal Tegal serta Bos Yuki yang melakukan tindak perbudakan di Tanggerang. Kesemuanya, menurut dia, mengindikasikan bahwa Negeri ini tanpa tauladan, tanpa ketegasan hukum dan tanpa kepemimpinan nasional.

Kyai Maman membenarkan pernyataan H. Mukri, bahkan mengatakan bahwa semua kegaduhan tersebut berasal dari Presiden SBY. SBY telah mewariskan sebuah realitas bahwa kekuasaan adalah prestasi yang diberhalakan. Dianggap sebuah prestasi dan pahala yang terlepas dari kompleksitas persoalan pemberi amanat yaitu rakyat. Kekuasaan adalah alat untuk mencapai rasa aman dan kesejahteraan bersama. Bukan sebaliknya, memperalat kekuasaan untuk dirinya sendiri, keluarganya dan partainya.

Tidak hanya itu, Kyai Maman menambahkan, sikap kenegarawan SBY kembali diragukan bila di dalam negeri tindakan intoleransi dan kekerasaan banyak dialami kelompok minoritas, sementara dia memilih pergi ke USA untuk menerima penghargaan negarawan dunia 2013 atau 'World Statesman Award' dari organisasi yang mempromosikan perdamaian, demokrasi, toleransi, dan dialog antar kepercayaan yang berbasis di New York, Amerika Serikat, Appeal of Conscience Foundation (ACF).

"SBY tidak akan jatuh dan hancur oleh kekuatan dan konspirasi pihak manapun. Senja kala kekuasaannya lebih cepat datang karena prilaku politik dan kebijakannya sendiri yang tidak mencerminkan seorang pemimpin", tegas Kyai Maman yang aktif di Majelis Nasional Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya