Berita

Klewang

Kebrutalan Geng Motor Klewang, dari Penganiayaan hingga Pemerkosaan

RABU, 15 MEI 2013 | 12:10 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pengembangan kasus geng motor yang ditangani jajaran Polresta Pekanbaru kembali menemukan fakta baru. Selain di Pekanbaru, Geng motor bentukan Mardirjo alias Klewang (58) juga sudah menyebar hingga ke wilayah lain, salah satunya Duri.

Hal ini diungkap Kapolresta Pekanbaru, Kombes Drs R Adang Ginanjar didampingi Kasat Reskrim, Kompol Arief Fajar Satria SH SIK MH di Mapolresta Pekanbaru saat ekspose 12 tersangka anggota geng motor bersama beberapa pelaku kejahatan lainnya.

"Dari penyelidikan kita dapati geng motor yang berada di bawah Klewang sudah berkembang hingga ke Duri," ungkap Kapolresta kepada Riau Pos seperti dilansir JPNN Rabu (15/5) .


Hal ini, tambahnya, akan jadi bahan untuk berkordinasi dengan polres-polres yang ada di Riau, agar perkembangan kelompok yang diduga geng motor bisa diantisipasi. "Sudah dikordinasikan dengan polres-polres lainnya," imbuh Adang.

Apa yang diungkapkan Kapolresta ini, serupa dengan apa yang disampaikan oleh Robi (22), salah seorang panglima geng motor XTC (Exalt To Coitus), anak buah Klewang yang ditangkap Sabtu (12/5) dini hari bersama tiga orang anggota geng motor lainnya akibat terkait dalam aksi pengerusakan warung internet (warnet) di Jalan Kelapa Sawit hampir dua pekan yang lalu dan aksi pemerkosaan di Main Stadium (Stadion Utama) Riau, Senin (6/5) lalu.

Informasi yang diungkapkan Robi terkait geng motor yang ada di Duri disampaikannya saat ditanyakan mengenai perihal seorang perempuan dengan inisial F yang merupakan panglima sekaligus bendahara XTC.

"Diantara anggota memang ada yang berhubungan. Yang saya tahu, F berhubungan dengan A, ketua XTC yang ada di Duri," terang Robi.

Selain berkordinasi dengan jajaran polres-polres yang ada di Riau, Kapolresta, Kombes Drs R Adang Ginanjar mengungkapkan, terkait geng motor ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan. "Anggota lainnya yang turut terlibat tindak pidana sudah kita ketahui keberadaannya dan akan kita tangkap," tegasnya.

Hingga saat ini, Polresta Pekanbaru paling tidak sudah mengamankan 12 orang anggota geng motor yang terlibat dalam aksi pengerusakan warnet, perampasan, dan pemerkosaan dimana termasuk di dalamnya, Klewang dan empat orang panglima.

"Saat ini empat dari enam panglima sudah kita amankan, mereka adalah Re, Mr, Ar dan Ro (Robi). Umur mereka antara 16 sampai 20 tahun. Dua orang lagi panglimanya masih kita kejar, termasuk salah satunya adalah seorang residivis dan satu orang perempuan," terangnya.

Klewang, kata Kapolresta adalah orang yang cukup liat, ini terbukti dari 31 upaya penggrebekan harus dilakukan hingga akhirnya Klewang dibekuk. "Pada penggrebekan ke 31 kita baru berhasil membekuknya," kata Adang.

Klewang dibekuk, Kamis (9/5) sore sekitar pukul 15.30 WIB saat sedang tidur di bedeng pada Kawasan Main Stadium Riau bersama dua orang anggota geng motor lainnya. Bersama Klewang diamankan pula tiga bilah senjata tajam.

Selama tahun 2013, Adang menjelaskan pihaknya menerima delapan laporan polisi terkait  aksi geng motor dengan empat diantaranya berhasil diungkap dan memunculkan 14 tersangka. "Enam diantaranya tersangka," tambahnya.

Pola perekrutan geng motor, ungkap Adang adalah dengan menguji mental mereka yang mencoba masuk, salah satunya dengan mengadu para anggota tersebut dalam perkelahian. "Diantara mereka yang kuat akan dijadikan panglima," ucapnya.

Untuk biaya operasional, selain mengumpulkan uang Rp5 ribu dari tiap anggota, tindak kriminal juga dijadikan sumber pemasukan. Salah satunya adalah dengan merampas dan menganiaya." Hasil rampasan baik itu handphone, uang maupun kendaraan bermotor harus dilaporkan pada ketua besar," lanjutnya lagi.

Dari pemeriksaan yang dilakukan Kapolresta menjelaskan Klewang beserta tersangka lain yang saat ini diamankanmengakui tindak pidana yang dilakukan. "Dia mengakui. Anggotanya juga mengakui semua atas perintah Klewang," ujarnya.

Aksi-aksi yang diakui adalah kasus pengerusakan warnet hingga terkait dengan pemerkosaan. Pemerkosaan sendiri, kata Adang baru satu laporan yang diterima pihaknya, namun tak menutup kemungkinan ada peristiwa lainnya yang terjadi namun masyarakat takut untuk melaporkan.

"Dari pemeriksaan terhadap Klewang dan anggotanya, diantara mereka melakukan hubungan sex, termasuka anggota baru. Selain itu, Klewang seolah menjadi penasehat spiritual diantara geng motor," lanjutnya.

Dalam ekspose terkait geng motor dan pelaku kejahatan lainnya ini pula, diputar rekaman CCTV pengerusakan warnet yang terjadi di Jalan Kelapa Sawit. Dinisi, terlihat bagaimana pengunjung warnet yang mayoritasnya anak sekolah lari tunggang-langgang begitu segerombol geng motor merangsek masuk.

Geng motor ini masuk bahkan dengan menggunakan sepeda motor ke dalam warnet, setelah memarkirkan sepeda motor di dalam. Mereka lalu merusak membabi-buta, tampak diantaranya membawa kayu, besi, samurai dan benda lainnya yang digunakan sebagai senjata.

Aksi geng motor yang terbilang sadis ini sempat menimbulkan pertanyaan apakah geng motor-geng motor ini dibekingi oleh oknum aparat. Kapolresta menjawab dari penyelidikan yang dilakukan sejauh ini belum ada indikasi hal tersebut terjadi. "Sejauh ini tidak ada beking aparat dibelakang mereka, mereka murni bermodalkan nekat saja," ujarnya.

Apakah XTC Pekanbaru yang berada dibawah kekuasaan Klewang terkait dengan XTC Bandung, Kapolresta belum bisa memastikan hal tersebut. "Kita masih dalami apakah ada keterkaitan atau tidak. Yang jelas, bukan masalah namanya, tapi tindak pidana yang dilakukan mereka," pungkasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya