Berita

saleh husin

Agar Tak Memberatkan, Harga Tiket Commuter Line untuk Masyarakat Bawah Cukup Rp 5 Ribu

RABU, 15 MEI 2013 | 11:10 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kalangan anggota Komisi V DPR mempertanyakan kebijakan penghapusan KRL (kereta rel listrik) Ekonomi oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) kalau tidak disertai dengan solusi.

Pasalnya, kebijakan ini pasti akan sangat memberatkan pengguna jasa tersebut, terutama masyarakat dari kalangan kurang mampu. Selama ini, pengguna jasa KRL Ekonomi cukup merogoh kocek Rp 1.500.

"Karena mereka dipaksa untuk mau tidak mau harus beralih ke KRL ber-AC yaitu commuter line yang harga tiketnya dirasa cukup memberatkan saudara-saudara kita dari kalangan bawah yaitu Rp, 9.000," jelas anggota Komisi V DPR Saleh Husin (Rabu, 15/5).


Saleh Husin mengakui bahwa KRL Ekonomi yang selama ini beroperasi di Jabodebatek sudah berusia cukup tua. Karena pembuatannya tahun 1974, tentu tingkat keselamatannya (safety) diragukan.

Karena itu, menurut Saleh, pemerintah harus cepat mencari solusi. Misalnya, harga tiket untuk pengguna jasa kelas bawah cukup Rp 5.000 dari harga tiket KRL AC Rp 9.000. Untuk menutupi kekurangannya, pemerintah memberikan Public Service Obligation (PSO) sebesar Rp. 4.000.

"Agar saudara-saudara kita bisa tetap beraktifitas seperti biasa dan KAI juga tidak merugi jadi ada win-win solution. Nah, solusi ini harus dilakukan sebelum KRL tersebut dihentikan agar pengguna jasa tetap beraktifitas seperti biasa," demikian Saleh, Sekretaris Fraksi Hanura ini. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya