Berita

Diduga Terlibat Praktik Mafia Hukum, Izin Pengacara Lucas SH Terancam Dicabut

RABU, 15 MEI 2013 | 06:20 WIB | LAPORAN:

. Wakil Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Sugeng Teguh Santosa mengancam mencabut izin beracara advokad Lucas SH. Hal ini menyusul beredarnya dokumen suap yang diduga diberikan Lucas ke sejumlah oknum penegak hukum.

"Kita akan tegas. Kalau dia terbukti melakukan tindakan mafia hukum ya kali akan cabut izin beracaranya dan kita pecat," kata Sugeng ketika dikonfirmasi tadi malam (Selasa, 14/5).

Sugeng bilang, pihaknya sudah banyak mendengar praktek kotor Lucas sebagai pengacara jauh sebelum beredarnya salinan catatan pengeluaran keuangan milik kantor Pengacara Lucas SH.


Catatan yang menuliskan sejumlah pengeluaran yang dibayarkan oleh sekretaris Lucas, Safersa Yusan Sertana itu saat ini sudah berada ditangan KPK. Catatan itu beberapa waktu lalu dilaporkan oleh Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) yang digawangi advokat Petrus Salestinus.

"Ini momentum untuk membersihkan organisasi advokat dari tindakan kotor seperti Lucas," demikian Sugeng.

Dokumen keuangan yang diduga milik kantor advokat Lucas itu diketahui beberapa waktu lalu beredar di kalangan wartawan. Dalam dokumen itu Lucas diduga menyuap sejumlah penegak hukum seperti mantan Kabareskim Polri Komjen Susno Duadji serta Hakim Mahkamah Agung, Hatta Ali. Suap diberikan terkait pemulusan penanganan sejumlah kasus yang ditanganinya. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya