Berita

Warga Pinus Elok "Disekap" Gara-gara Ulah Pemprov DKI

SELASA, 14 MEI 2013 | 22:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ratusan warga penghuni rumah susun Pinus Elok di Jalan Penggilingan Jakarta Timur "disekap" di dalam rusun, lantaran gerbang pintu akses keluar masuk satu-satunya ke dalam rusun digembok oleh petugas sekuriti yang marah karena gajinya tidak dibayar oleh Dinas Perumahan DKI Jakarta. Peristiwa itu terjadi pagi hari tadi, (Selasa, 14/5).

"Sejak pagi kami terkurung di sini. Tidak bisa keluar. Gerbang digembok," tutur Jayadi, salah seorang warga penghuni rusun.

Sejak dihuni dua bulan lalu, Dinas Perumahan DKI Jakarta melalui pengelola Rusun dari Dinas Perumahan menempatkan tenaga sekuriti untuk menjaga dan mengawasi warga di dalam rusun. Sebagian besar para penghuni rusun adalah masyarakat DKI Jakarta korban penggusuran yang direlokasi oleh Pemerintah DKI.


"Sekitar tujuh orang Sekuriti melakukan penggembokan. Mereka bilang tidak akan membuka gerbang, sampai gaji mereka dibayarkan," ujar Jayadi kepada Rakyat Merdeka Online.

Rusun yang terdiri dari enam blok itu baru terisi satu blok oleh para warga korban gusuran yang menghuni. Namun, pengelolaan dan penjagaannya secara ketat dilakukan oleh Dinas Perumahan DKI Jakarta.

"Pengelola nampaknya belum bertindak. Dan tidak mau tahu. Mereka menyerahkan ke Dinas Perumahan DKI untuk membayarkan gaji para sekuriti," ujar Jayadi.

Akibat peristiwa penggembokan itu, warga yang hendak beraktivitas tidak diijinkan keluar masuk. Suasana mencekam.

"Kami kan mau nyari makan dan ada yang mau kerja. Kami tergembok dan tak dibukakan gerbang. Mohon kami dibantu," ujar Jayadi. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya