Berita

ilustrasi/ist

Politik

Munaslub APKLI Borobudur Ilegal!

SELASA, 14 MEI 2013 | 18:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) DKI Jakarta menilai Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) yang digelar Minggu (5/5) pekan lalu ilegal. Pasalnya, munas tersebut tidak dihadiri oleh pengurus yang sah.

"Kami mengutuk dan menolak penyelengaraan hasil munaslub ilegal yang mencatut nama DPP APKLI dan melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga," ujar ketua DPW APKLI DKI Jakarta, Syamsudin Wiyaka dalam konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (14/5).

Menurut Syamsudin, perwakilan DPD yang menghadiri munas bukanlah anggota APKLI. Ia menegaskan, hanya ada dua perwakilan DPW asli yang hadir yaitu Kalimantan Barat dan Maluku. Dalam munaslub, DPW DKI diwakili oleh Hoizah Siregar. Syamsudin memastikan bahwa Hoizah bukanlah pengurus DPW.


Syamsudin juga menyesalkan hadirnya Ketua DPD RI Irman Gusman serta Kepala BNP2TKI, Jumhur Hidayat dalam munaslub ilegal tersebut. Ia menilai, kehadiran dua tokoh ini mengisyaratkan bahwa munas APKLI disusupi oleh kepentingan politik.

"Ini kan tahun politik, mungkin bagi PKL ini ada 25 juta sangat seksi untuk dibawa. Apalagi sebelum munaslub ini Bapak Irman Gusman sempat mendeklarasikan pencapresan di Papua," ujarnya.

DPP APKLI sendiri telah melayangkan somasi kepada Irman Gusman terkait kehadirannya di acara munaslub ilegal. Irman diminta untuk mencabut dukungannya terhadap Munas Borobudur.

"Kami mendukung penuh langkah ini, serta tetap konsisten dan loyal kepada kepemimpinan yang sah, Ketua Umum APKLI 2011-2016 terpilih, saudara Ahli Mahsun," tegas Syamsudin.

Sementara itu Ketua Umum APKLI, Ahli Mahsun yang ikut hadir dalam jumpa pers menegaskan bahwa tidak ada dualisme dalam organisasinya. Namun, menurutnya ada upaya kudeta untuk melengserkan pengurus APKLI yang sah.

Kudeta tersebut, sambung Ahli, ditunggangi oleh kepentingan politik lewat munas luar biasa. Ia memastikan bahwa munaslub pekan kemarin tidak diikuti oleh pengurus yang sah.

"Yang ada sabotase atau kudeta DPP APKLI oleh oknum yang bukan pengurus APKLI yang berkonspirasi dengan oknum politisi dan pengusaha. Mereka bukan pengurus DPP APKLI," ucapnya. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya