Berita

Prisia Nasution

Blitz

Prisia Nasution, Backpacker Dadakan

SENIN, 13 MEI 2013 | 08:24 WIB

Di luar penampilannya yang terkesan feminin, Prisia Nasution (Phia) ternyata punya hobi yang agak maskulin. Ketika bosan, ia suka memiliki rencana pergi mendadak. Apalagi, jika sulit mendapatkan teman bepergian. Setiap ada break syuting, ia lebih memilih menghabiskan waktunya untuk ke luar kota
“Saya tinggal packing, langsung ke Gambir terus naik kereta ke mana kek,” cerita Phia saat dijumpai, baru-baru ini.

Biasanya,  ika ke luar kota ia memilih pergi ke gunung atau mencari spot diving. Tanpa harus merencanakan tempat bepergian secara matang, ia bisa langsung berangkat. Bintang film Sang Penari dan Laura & Marsha ini bahkan tak masalah harus bepergian seorang diri.

“Tapi akhirnya kan di sana ketemu banyak orang,” katanya sambil tersenyum.

“Tapi akhirnya kan di sana ketemu banyak orang,” katanya sambil tersenyum.
Di Indonesia, paling jauh ia terbang ke Kupang dan Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), lalu lanjut ke Pulau Kepa. Saat itu, ia bersama rombongan dari Denpasar, Bali, hendak mencari lokasi indah untuk menyelam. Demi memuaskan diri bepergian, janda cantik ini tak pernah memikirkan budget.

Ia hanya mengandalkan uang yang disimpan di ATM. Kalau sudah begitu, sepulang dari bepergian ia akan langsung menghubungi manajemen. “Minta uang sama manajer, cariin kerja dong,” kata Phia sambil tertawa.

Kenekatannya juga terlihat saat dirinya tak terlalu menjaga barang-barangnya. Saat travelling, ia mengaku kerap kehilangan barang berharga seperti handphone.

“Kan sering loncat ke sana kemari, nah barang sering ketinggalan. Udah banyak banget yang hilang, sampai pada nanyain kok nggak bisa ditelepon kenapa,” curhatnya tanpa malu.

Phia pun menceritakan baru saja menjalani syuting di Eropa selama 17 hari. Uniknya, pertama datang ke sana, ia sempat salah kostum. Menurut perhitungan kalender, saat itu sudah masuk musim panas. Karenanya, Phia membawa kostum yang menyesuaikan dengan cuaca. Semua serba pendek dan mini.

Ia sama sekali tidak menyiapkan diri untuk perubahan cuaca yang ekstrem. “Kita semua sudah bergaya Bali. Ternyata winter-nya mundur. Jadi semua harus pakai jaket,” kisah Phia. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya