Berita

Dunia

Obama: Muhammad VI Berhasil Menjadikan Maroko Teladan di Kawasan

SABTU, 11 MEI 2013 | 00:31 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengagumi proses reformasi di Kerajaan Maroko. Obama memuji upaya Raja Muhammad VI yang memungkinkan reformasi itu melesat begitu cepat dan membuat Maroko menjadi teladan bagi kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah.

Dukungan dan pujian itu, menurut pihak Kerajaan Maroko, disampaikan langsung Obama yang menghubungi Raja Muhammad VI via telepon hari Kamis kemarin (9/5).

Sebelumnya, tanggal 12 April lalu Raja Muhammad VI mengirimkam sepucuk surat kepada Obama berkaitan dengan persoalan Sahara Maroko. Di dalam surat itu, Raja Muhammad VI menyampaikan kekhawatiran apabila misi perdamaian PBB di Sahara Maroko, MINURSO, diperpanjang dengan penambahan mandat pengawasan HAM.


Raja Muhammad VI mengatakan, tentu dirinya tidak anti pada isu HAM. Bahkan Maroko adalah salah satu negara di kawasan itu yang memiliki komitmen cukup tegas dan terukur dalam melindungi HAM. Persoalannya adalah, penambahan mandat itu dapat dimanfaatkan pihak lain untuk merusak proses pembicaraan damai yang kembali dibuka sejak 2007 lalu.

Menurut keterangan pihak Kerajaan, Obama membalas surat itu dua hari kemudian.

Pembicaraan via telepon antara Obama dan Muhammad VI juga membahas koresponden mereka mengenai situasi terakhir di Sahara. Raja Muhammad VI mengucapkan terima kasih karena Obama telah memberikan instruksi yang tegas dan jelas kepada delegasi Amerika Serikat di Dewan Keamanan PBB yang terlibat dalam pembahasan resolusi perpanjangan mandat MINURSO. Keterlibatan Obama ini merupakan bukti bahwa kedua negara memiliki hubungan baik yang terjalin cukup lama.

Maroko adalah negara pertama di dunia yang mengakui kemerdekaan Amerika Serikat pada 1776.

Obama dan Muhammad VI juga sepakat untuk mengintensifkan konslutasi politik dan mengadakan pertemuan dan menjalin hubungan persolan secara rutin untuk membahas isu ini.

Juga dibicarakan upaya memperkuat dialog strategis kedua negara yang telah dilakukan tahun lalu. Obama pun mengatakan dirinya merasa perlu berkomunikasi dengan Muhammad VI dalam sejumlah isu seperti isu Suriah, Palestina dan Mali. Obama mengakui Maroko memiliki tingkat pemahaman yang lebih tinggi dalam isu-isu ini.

Di akhir pembicaraan Obama mengundang Raja Muhammad VI berkunjung ke Washington DC. Begitu juga sebaliknya, Raja Muhammad VI mengundang Obama ke Rabat. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya