Berita

Politik

DKPP Diyakin Bakal Pecat Tiga Komisioner KPU

JUMAT, 10 MEI 2013 | 22:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Penundaan sidang putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mengenai dugaan pelangaran etika yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) disesalkan sejumlah kalangan.
 
Koordintor Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (SIGMA) Said Salahudin menengarai, penundaan sidang putusan yang sedianya dibacakan tadi siang diundur pekan depan akibat belum adanya keputusan DKPP buah dari tajamnya perbedaan kepentingan yang mucul di antara anggota DKPP.

"DKPP berisikan orang-orang dengan latar belakang berbeda-beda, ada dari unsur tokoh masyarakat ada juga dari unsur pemerintah. Tentunya, masing-masing anggota DKPP mempunyai tujuan dan maksud yang berbeda masuk ke DKPP," kata Said saat dihubungi wartawan, Jumat (10/5).


Said mengira DKPP akan memecat anggota KPU dalam putusanny nantia.  Keyakinan tersebut diperkuat dengan data yang dimilikinya mengenai berbagai manipulasi KPU, antara lain diterbitkannya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU)  Nomor 14 dan dan No 15 tahun 2012  sebagai pengganti PKPU No 11 tahun 2012 yang memuat tentang jadwal pemberitahuan hasil verifikasi administrasi kepada pimpinan Parpol.

"Saya yakin ada dua sampai tiga orang Komisioner KPU dipecat oleh DKPP," katanya yakin.

Lebih lanjut dia mengatakan, pemecatan anggota KPU tidak akan memperngaruhi kinerja KPU. Karena, dengan dipecatnya anggota KPU tersebut tidak akan merugikan KPU secara kelembagaan. Kalaupun tujuh komisioner KPU dipecat DKPP, Sekjen KPU bisa mengambil alih tugas.

"Pemecatan tidak akan membuat sistem penyelengaraan pemilu di KPU oleng," katanya.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya