Berita

budiman sudjatmiko/ist

Politik

Inilah Nasihat Ngawur dari Pembisik Strategi Politik SBY

RABU, 08 MEI 2013 | 15:36 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Susilo Bambang Yudhoyono adalah satu-satunya presiden Indonesia yang paling besar mendapat legitimasi rakyat lewat proses demokrasi prosedural. SBY mendapat dukungan 60 persen pemilih melalui pemilihan presiden langsung tahun 2009.

Demikian dikatakan politikus muda PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko, dalam Seminar Nasional bertajuk "Menilai Kebijakan Pembangunan Era Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono" di Auditorium FISIP, Kampus Moestopo, Jalan Hang Lekir I, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (8/5).

Menurut dia, angka 60 persen itu seharusnya dilihat sebagai angka pengharapan rakyat. Legitimasi seluas itu seharusnya punya keluwesan dalam menetapkan siapa yang "mau ikut denganku" atau "yang tidak mau ikut denganku".


Persoalannya, SBY selalu berusaha untuk mengakomodir sekaligus mengabulkan semua keinginan kekuatan politik yang menempel pada kekuasaannya. Hal itu akhirnya menggerogoti pembangunan nasional. Buktinya, angka kesenjangan sosial dari 2004 terus menanjak. Padahal pemerintah menegaskan kebijakannya sebagai pro poor. Dan, 56 persen aset nasional dikuasai cuma 0,2 persen penduduk.

"Pemerintah punya banyak program baik. Tapi karena terlalu banyak mengakomodir di tengah semua kepentingan yang saling bertentangan, akhirnya program-program yang baik tidak bisa optimal. SBY tidak bisa mencapai tujuan mengentaskan kemiskinan," ungkapnya.

Gaya memimpin SBY yang ingin menyenangkan semua kekuatan politik itu dianggapnya sangat merugikan kepentingan bangsa di dalam maupun luar negeri. Bahkan, dalam hubungan internasional, SBY menggunakan filosofi yang salah kaprah, yaitu "Thousands Friends Zero Enemy".

"Jelas dalam pembukaan UUD 45 disebutkan Indonesia republik yang anti penjajahan dan ketidakadilan. Maka sejak awal republik ini lahir untuk berkelahi. Musuh kita adalah mereka yang mempraktikkan penjahahan dan ketidakadilan. Keliru kalau katakan thousands friends and zero enemy," paparnya.

Menurut anggota Komisi II DPR ini, berbagai penghargaan dunia internasional yang didapatkan Presiden SBY menjadi tidak ada artinya karena rakyatnya di dalam negeri masih sangat banyak yang miskin. Banyak kebocoran anggaran karena mereka yang berada di dalam lingkaran kekuasaan melakukan korupsi.

"SBY keliru dalam tempatkan strategi politik. Saya tidak tahu siapa penasihatnya. Ketika Anda coba puaskan semua orang yang beda-beda seleranya, ujungnya Anda tidak bisa puaskan satu pun dari mereka," tegasnya. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya