Berita

Kamar Dagang dan Industri (Kadin)

Bisnis

Ribuan Perusahaan Terancam Gulung Tikar, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Rebutan Jasa Logistik Dan Transportasi Di Pelabuhan
RABU, 08 MEI 2013 | 08:50 WIB

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyesali lambatnya pemerintah mengatasi kisruh antara pelaku usaha logistik dan transportasi yang akhir-akhir ini berkembang ke arah persaingan usaha yang tidak sehat.

Ketua Komite Tetap Pelaku dan Penyedia Jasa Logistik Kadin Irwan Ardi Hasman mengatakan, pihaknya khawatir kisruh di logistik dan transportasi dengan BUMN Pelabuhan akan mengganggu persiapan Indonesia  menghadapi ASEAN Economic Community 2015 (AEC).

“Dunia global sudah siap masuk ke Indonesia sebelum 2015. Sementara pelaku usaha logistik dan transportasi dihadapkan pada kenyataan pahit di negeri sendiri ada kebijakan yang tidak memihak,” kata Irwan di Jakarta, kemarin.


Hingga kini, tercatat ribuan perusahaan yang terkait dengan usaha logistik di kepelabuhanan terancam gulung tikar, menyusul adanya kebijakan BUMN Pelabuhan yang mempersulit ruang dan kesempatan berusaha.

“Pertanyaannya, apakah ribuan pengusaha logistik yang selama ini berusaha di pelabuhan selama bertahun-tahun akan dikorbankan demi apa yang disebut dengan efisiensi,” ucapnya.

Irwan juga menyoroti sikap PT Pelindo II yang menyepelekan masalah kelangsungan usaha logistik nasional. Menurutnya, Kadin tidak menginginkan Pelindo II menjadi lembaga sosial, tetapi bisa tumbuh sebagai perusahaan BUMN yang berorientasi pada pelayanan dan menciptakan iklim usaha yang kondusif di pelabuhan.

Ketua Forum Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Gemilang Tarigan mengatakan, persaingan antara BUMN Pelabuhan dan swasta logistik dan transportasi sudah menyentuh kepada nasib kelangsungan ribuan tenaga kerja.

Tarigan menjelaskan, persaingan itu tidak akan sehat karena pasti dimenangkan BUMN. “BUMN diberikan fasilitas yang cukup untuk bertarung oleh negara, sedangkan swasta tidak,” protesnya.

Pihaknya khawatir, kisruh sektor transportasi dan logistik dengan BUMN Pelabuhan semakin memburuk akan mengancam distribusi barang domestik.

“Perlu segera dicarikan solusi terbaik dari pemerintah agar BUMN dan swasta dapat bersinergi,” cetusnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya