Berita

Politik

Jenderal SBY, Ini Soal Kedaulatan Negara!

SELASA, 07 MEI 2013 | 17:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Lambannya respon Susilo atas persoalan Papua dan perbudakan ala Yuki juragan kuali, membuat geram beberapa tokoh yang tergabung dalam Aliansi Bhineka Tunggal Ika (ANBTI).

Majelis Nasional ANBTI, Kyai Maman Imanulhaq menyesalkan respon SBY akan dua kasus besar itu. Soal Papua dan perbudakan di Tanggerang itu sangat penting karena menyangkut kedaulatan Bangsa dan Negara. Ia mengingatkan bahwa dalam pembukaan UUD 45 alenia empat disebutkan tugas utama pemerintah dan negara adalah untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia.

"Kalau sikap presiden seperti ini tidak mustahil NKRI akan tinggal masa lalu. Ketidaktegasan pemerintah SBY akan menjadikan Indonesia kehilangan kedaulatannya sebagai bangsa dan negara," tegas Kyai Muda yang aktif sebagai Board di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) dan Fahmina institute, kepada wartawan, Kamis (7/5).


Aktivis ANBTI yang juga tokoh Masyarakat Adat Sunda Wiwitan Cigugur, Dewi Kanti merasa sedih melihat dibukanya kantor perwakilan Papua Merdeka di Oxford Inggris.

"Menurut saya, Bangsa kita ini salah urus dan salah memilih orang yang ngurus. Itu sama dengan tetap menjadi budak bangsa lain. Keluar dari mulut buaya, masuk ke mulut singa," katanya.

"Masyarakat Papua butuh kesejahteraan, butuh rasa aman. Saatnya masyarakat Papua menentukan masa depannya sendiri dengan berjuang meningkatkan kualitas SDM dan pengelolan SDA yang dapat memakmuran Papua dengan tetap berada di naungan Ibu Pertiwi, Republik Indonesia," sambungnya.

Bukan hanya kedaulatan wilayah, aktivis ANBTI lainnya Pdt. Emmy Sahertian menilai SBY gagal dalam menjaga kedaulatan energi. Padahal Indonesia merupakan negara yang memiliki cadangan minyak yang cukup besar. Produksi minyak yang terus melorot menjadikan Indonesia tidak bisa menjaga ketahanan energi. Apa yang akan terjadi, tentu harga BBM akan sangat tergantung dari harga minyak internasional dan mau tidak mau subsidi akan dicabut. Kegamangan pemerintan soal kebijakan BBM membuat rakyat makin menderita.

"Jangan selalu mengaitkan kebijakan dengan upaya menjaga pencitraannya sebagai Presiden dan sebagai ketua umum partai Demokrat. Rakyat menanggung beban berat ketidakjelasan kebijakaan soal BBM", kata Emmy mengakhiri pembicaraan. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya