Berita

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Bisnis

Pengusaha Italia Bidik RI Sebagai Tujuan Investasi

Bos BKPM Janji Atasi Hambatan Bagi Investor
SELASA, 07 MEI 2013 | 08:26 WIB

Pengusaha Indonesia dan Italia melakukan penjajakan kerja sama perdagangan. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) siap memberikan kemudahan fasilitas.

Penajakan perdagangan tersebut difasilitasi Kamar Dagang (Kadin) Indonesia bekerja sama dengan Kedutaan Besar Italia melalui forum pertemuan dengan tajuk Forum Indonesia-Italy: Comprehensif Economic Partnership.
Kegiatan ini digelar kemarin hingga 8 Mei di Hotel Kempinski, Jakarta dan dihadiri ratusan pengusaha dari kedua negara. Duta Besar Italia untuk Indonesia Federico Failla menyambut baik acara tersebut. “Ini kesempatan buat para pengusaha Italia untuk bertukar pengetahuan dengan pelaku bisnis Indonesia,” kata Failla dalam sambutannya.

Presiden Italian Trade PromotionAgency (Lembaga Promosi Perdagangan Italia) Riccardo Monti juga mengapresiasi positif kegiatan ini. Menurutnya, di dalam banyak pemberitaan di Italia, Indonesia disebut sebagai negara yang paling dituju banyak investor internasional. Alasannya, Indonesia dinilai memiliki iklim bisnis yang ramah dan aman.

Presiden Italian Trade PromotionAgency (Lembaga Promosi Perdagangan Italia) Riccardo Monti juga mengapresiasi positif kegiatan ini. Menurutnya, di dalam banyak pemberitaan di Italia, Indonesia disebut sebagai negara yang paling dituju banyak investor internasional. Alasannya, Indonesia dinilai memiliki iklim bisnis yang ramah dan aman.

“Pada masa krisis ekonomi, negara Indonesia disebutkan berhasil mempertahankan tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 6,2 persen,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, Monti berharap Italia dan Indonesia dapat bekerja sama. “Kami siap menjalin hubungan kerja sama yang baik, menambah jalur perdagangan, kemitraan industri dan investasi,” katanya.

Wakil Rete Imprese Italia (Jaringan Usaha Italia) Massimo Donda juga menilai, Indonesia memiliki pasar yang menarik karena jumlah rakyatnya terbesar keempat di dunia. “Kerja samadengan Indonesia dapat membuka pasar baru produk Italia,” ujar Donda.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan dan Kerjasama Ekonomi Internasional Chris Kanter menepis anggapan Indonesia hanya dijadikan pasar bagi produk Italia. “Sebab, delegasi Italia yang hadir juga berencana membuat basis produksi di Indonesia,” kata Chris.

Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Kerja Sama Ekonomi Dan Perdagangan Internasional Rizal Affandi Lukman mengapresiasi penjajakan kerja sama perdagangan tersebut. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M Chatib Basri meyakinkan para pengusaha Italia bahwa Indonesia negara yang tepat untuk berinvestasi. Dia melihat, produk fashion Italia memiliki potensi masuk ke Indonesia.

Dia menuturkan, dahulu orang Indonesia mengasosiasi Italia sebagai negara sepak bola, tetapi sekarang berubah. “Banyak orang Indonesia tahu pusat-pusat perbelanjaan di Italia seperti Via Condotti di Milan,” katanya.

Namun, Chatib mengingatkan agar pengusah asal Italia tidak menganggap Indonesia seperti surga. Sebab, di negara mana pun permasalahan di dunia usaha selalu ada. Tapi, BKPM akan berusaha mengatasi hambatan-hambatan tersebut.

Sebelumnya, kalangan investor asing masih mengeluhkan kualitas jaminan berusaha, terutama di daerah. Hal ini terkait dengan masih adanya pungutan liar (pungli) di birokrasi serta ketidaksinkronan antara aturan di daerah dan pusat.
Karena itu, pemerintah akhirnya membentuk layanan investasi satu atap untuk mempercepat perizinan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total perdagangan Indonesia dan Italia tahun 2012 mencapai 3,8 miliar dolar AS atau setara Rp 36,99 triliun (kurs Rp 9.735 per dolar AS). Ekspor Indonesia ke Italia 2,27 miliar dolar AS, sementara impor dari Italia 1,52 miliar dolar AS sehingga surplus perdagangan mencapai 753 juta dolar AS. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya