Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

BPS Klaim Angkatan Kerja Bertambah 22,2 Juta

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal Pertama Tidak Mencapai Target
SELASA, 07 MEI 2013 | 08:00 WIB

Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I tahun ini berada di kisaran 6,02 persen. Angka ini jauh lebih rendah dari ekspektasi, lantaran pada target APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) pertumbuhan ekonomi dipatok 6,6-6,8 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengungkapkan, jika dibanding pada triwulan IV-2012, Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) Indonesia naik 1,41 persen. “PDB kuartal I-2013 sebesar Rp 6,03 triliun,” katanya di kantor pusat BPS, kemarin.

Dia menjelaskan, PDB tertinggi dicatatkan sektor pertanian, perikanan dan peternakan yang tumbuh 23,6 persen secara kuartal to kuartal (QoQ). Sementara sektor keuangan tumbuh


2,96 persen dan secara year on year (YoY) tumbuh 8,35 persen. Sedangkan sektor pengangkutan dan komunikasi tumbuh 1,57 persen atau 9,98 persen dan mencatatkan pertumbuhan tahunan terbesar serta sektor konstruksi 7,19 persen.

Pada PDB triwulan l tahun ini dibanding triwulan lV-2012, hanya komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga yang secara riil meningkat 0,30 persen, sedangkan komponen lainnya mengalami penurunan.

Komponen pengeluaran konsumsi pemerintah turun 42,63 persen, komponen pembentukan modal tetap bruto turun 5,99 persen, komponen ekspor barang dan jasa turun 4,33 persen dan komponen impor barang dan jasa juga turun 13,20 persen.

Suryamin juga menyebutkan, struktur perekonomian Indonesia triwulan l tahun ini masih didominasi kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.
Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB, yakni 57,79 persen.

Suryamin menilai, jumlah tenaga kerja di sektor pertanian yang menurun sebagai sinyal kemajuan pembangunan. Hal itu mengingat jumlah tenaga kerja di sektor industri dan jasa meningkat. Pada sektor industri, penyerapan tenaga kerja naik dari 22,2 juta orang atau 1,9,71 persen pada Februari 2012 menjadi 23,5 juta atau 20,15 persen pada Februari 2013.

“Penurunan penyerapan tenaga kerja sektor pertanian dan meningkatnya sektor industri dan jasa menjadi sinyal kemajuan pembangunan perekonomian,” klaim Suryamin.

Pengamat ekonomi Faisal Basri menilai, turunnya perekonomian Indonesia dipicu melorotnya investasi yang masuk sepanjang kuartal I tahun ini.

Menurutnya, perekonomian menurun karena investasi yang melorot sampai 5,9 persen. Akibatnya beberapa industri sebagai penggerak ekonomi menurun. “Investasi menurun, kualitas melorot dari industri manufaktur,” ungkapnya, kemarin.

Faisal menilai industri manufaktur punya peranan penting karena bisa menyerap banyak tenaga kerja. Dengan demikian, meskipun ekonomi turun tapi masih bisa menyerap tenaga kerja. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya