Berita

ILUSTRASI

Bisnis

BNN Razia Tempat Hiburan 'Kebal Hukum' di Jakarta

SENIN, 06 MEI 2013 | 19:59 WIB

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DKI Jakarta akan terus melibatkan satuan polisi militer untuk menertibkan tempat hiburan yang dinilai "kebal hukum" karena mendapat dukungan dari oknum aparat.

"Hal ini penting untuk membantah anggapan bahwa tempat hiburan yang mendapat 'beking' dari oknum aparat sulit tersentuh petugas BNN atau polisi," kata Kepala BNN DKI Jakarta Brigjen Ali Johardi di Jakarta, Senin (6/5).

Ia mengatakan, tempat hiburan merupakan lokasi yang baik bagi peredaran narkotika dan obat terlarang lainnya. Apalagi kalau mendapat beking dari aparat keamanan tertentu menjadikannya sebagai lokasi aman bagi para pengedar narkotika.


"Ini sebagai bukti keseriusan kami dalam menindaklanjuti masukan dan kritik masyarakat. Ini juga menjadi ukuran yang langsung bisa terlihat oleh masyarakat Jakarta akan kinerja BNN," kata Ali.

Pada Sabtu (4/5) akhir pekan lalu, BNN Jakarta melakukan operasi gabungan, termasuk dari satuan polisi militer dengan target tempat-tempat hiburan ibu kota yang dinilai kebal hukum dan marak menjadi transaksi narkotika.

Operasi mulai dilakukan sekitar pukul 00.00 WIB, dengan melibatkan 60 petugas gabungan dengan melibatkan juga satu unit kendaraan medis untuk tes urin. Tempat hiburan yang menjadi sasaran razia sebagian besar di wilayah Jakarta Barat dan beberapa lagi di kawasan Jakarta Selatan.

Dalam razia ini, petugas gabungan tidak mendapat perlawanan dari satpam setempat. Beberapa pengunjung yang dicurigai diminta untuk melakukan tes urin di unit kendaraan yang dibawa khusus petugas gabungan.

Sebelumnya, Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Anang meminta badan narkotika daerah secara aktif melaksanakan patroli di tempat-tempat dugem seminggu sekali, terutama ke diskotek-diskotek.

"Tempat-tempat dugem, khususnya di Jakarta, harus mendapat perhatian lebih. Karena berdasarkan data BNN, di tempat-tempat tersebut banyak terjadi kasus peredaran narkoba," demikian pesan Kepala BNN.[ant/wid]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya