Berita

istimewa

Warga Demo Pengembang Ingkar Janji

MINGGU, 05 MEI 2013 | 17:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Pengembang perumahan Graha Cibubur View didemo warganya gara-gara fasilitas yang dijanjikan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Bosan diberi janji-janji, warga akhirnya menutup kantor marketing Graha Cibubur View.

Aksi menutup kantor marketing diikuti sekitar 50 warga yang tergabung dalam Paguyuban Warga Graha Cibubur View (GCV). Koordinator Aksi Aries Zaldi mengatakan aksi menutup kantor marketing ini dilakukan karena pihak pengembang dalam hal ini PT. Surya Mutiara Perkasa hingga detik ini belum merealisasikan fasilitas layaknya perumahana cluster.

"Aksi kita menuntut serta menagih janji yang sudah dimediasi dua kali antara pengembang dan warga. Karena warganya bersepakat sama-sama menuntut pihak manajemen PT Surya Mutiara Perkasa untuk merealisasikan janji-janji kesepakatan yang sudah kita lakukan," kata Aries, di Kompleks Perumahan GCV, Jati Raden, Bekasi, Minggu (5/4).


Adapun kesepakatan yang sudah dilakukan antara warga dan pengembang adalah perbaikan jalan milik warga sebab hingga saat ini warga terganggu kenyamanannya karena jalan rusak dan berlubang.

"Seluruh jalan di perumahan juga harus di paping block," sambungnya.

Warga, lanjut Aries, juga meminta pengembang membuat tembok pembatas perumahan warga dengan pemukiman lainnya karena sejak awal pengembang menjanjikan bahwa perumahan GCV cluster.

"Fasilitas penerangan jalan rumah warga juga dilenagkapi karena masih banyak warga yang tidak menikmati penerangan jalan, termasuk jalan," katanya.

Aksi menutup kantor sekretariat marketing pemasaran GCV ini berlangsung damai. Dalam aksinya warga menutup kantor sekretariat dengan gembok. Warga juga menuliskan kekecewaan dalam spanduknya bertuliskan "Mana Janjimu Affan dan Ary". Warga juga menulis "perumahan bermasalah".

Aries menegaskan aksi ini berjalan damai, namun bukan berarti warga tak ada tindakan lagi setelah aksi menutup kantor marketing ini.

"Tak ada tindak-lanjut, kami akan proses ini ke jalur hukum," ancamnya. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya