Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Outlook RI Dipangkas, Rupiah & Indeks Drop

Gubernur BI Yakin Ekonomi Nasional Belum Keluar Jalur
SABTU, 04 MEI 2013 | 08:25 WIB

Lembaga Pemeringkat Internasional Standard and Poor’s (S&P) merevisi outlook perekonomian Indonesia dari positif menjadi stabil.

Pemangkasan rating itu dilakukan karena S&P melihat perkembangan ekonomi Indonesia mengalami penurunan. Seperti dikutip Bloomberg, S&P kini menempatkan Sovereign Credit Rating Indonesia pada peringkat BB+ untuk jangka panjang dan B untuk jangka pendek.

Rating tersebut satu tingkat di bawah BBB- atau biasa disebut investment grade rating (layak investasi). Dengan kata lain, Indonesia makin menjauh dari peringkat investment grade.


Disebutkan, salah satu penyebab penurunan peringkat itu karena tinggi defisit anggaran. Salah satu penyebabnya gara-gara persoalan harga bahan bakar minyak (BBM) yang tak kunjung dinaikkan. Harga jual BBM subsidi di Indonesia dinilai terlalu murah. Lebih murah dari harga normal sehingga pemerintah menghabiskan ratusan triliun rupiah demi menutupi selisih harga tersebut alias menambah subsidi.

Analis utama S&P untuk Indonesia Agost Bernard mengatakan, revisi tersebut terjadi karena terdapat pelemahan implementasi kebijakan yang mengurangi dukungan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi.

“Selain itu kondisi eksternal perekonomian juga mengalami kerentanan yang ditunjukkan oleh defisit transaksi berjalan serta peningkatan utang luar negeri sektor swasta,” beber Bernard.

Menanggapi turunnya peringkat tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution tetap yakin ke depan perekonomian Indonesia akan menunjukkan kinerja kuat di tengah krisis keuangan dan ekonomi global.

“Kami yakin bahwa ekonomi Indonesia mampu menunjukkan kinerja yang kuat di tengah krisis keuangan dan ekonomi global, kata Darmin, kemarin.

Menurut Darmin, BI akan secara konsisten menempuh kebijakan
moneter secara berhatihati guna memelihara kestabilan makro ekonomi. Dengan demikian, ekonomi Indonesia tetap berada di jalur yang tepat. “Gerakan ekonomi nasional ini masih on the track,” kata Darmin.

Deputi Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis memastikan, Indonesia masih menjadi negara yang aman untuk investasi. Karena itu, pihaknya tak akan terpaku dengan penurunan rating S&P.

“Fitch dan Moody’s
masih menetapkan peringkat Indonesia di Investment Grade. Bahkan Survey lembaga riset Nielsen untuk Triwulan 1-2013 menyebut Indonesia sebagai the most confident consumers in the world, melebihi optimisme di India, Thailand dan Brazil,” kata Azhar kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Pengamat ekonomi Ahmad Erani mengatakan, penilaian lembaga pemeringkat ekonomi tidak perlu dicemaskan. Dia melihat, saat ini kondisi perekonomian masih berjalan dengan baik.

“Kinerja ekonomi jangan didasarkan pada ukuran naik dan turunnya peringkat ekonomi. Buat saja kebijakan dan melaksanakannya dengan acuan kepentingan dan kondisi rill ekonomi.”

Dicabutnya peringkat Indonesia dari investment grade oleh S&P membuat kepercayaan diri investor berkurang. Beberapa investor asing memilih keluar sejenak dari lantai bursa. Jumat (3/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 68,563 poin (1,37%) ke level 4.925,483.

Rupiah ikut melemah ke level Rp 9.740 per dolar AS pada akhir pekan ini. Padahal, pada perdagangan kemarin, rupiah sempat menguat di level Rp 9.728. Jumat (3/5), perdagangan rupiah ditutup di level Rp 9.735 per dolar AS. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya