Berita

ILUSTRASI

Bisnis

Warga Kaget Ada Teroris di Mampang

JUMAT, 03 MEI 2013 | 11:40 WIB | LAPORAN:

Warga Kelurahan Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, mengaku kaget ada teroris yang ditangkap di wilayah tempat tinggal mereka.

Salah seorang warga, Mulyati (42), pemilik toko kelontong di depan rumah yang digerebek semalam, mengaku kaget karena Kamis malam ada banyak aparat bersenjata lengkap datang mengepung.

"Rame, ada banyak polisi, pake senjata. Jadi pas mereka (aparat) datang kita dilarang keluar, mengintip juga ga boleh. Baru setelah terorisnya ditangkap, kami bisa keluar rumah lihat keadaan sekitar," kata Mulyati di Jakarta, Jumat (3/5).


Menurut dia, penggerebekan yang dilakukan di salah satu kontrakan di Jalan Bangka 2F nomor 2A itu berhasil mengamankan satu orang wanita, istri tersangka JM alias Asep dan seorang bayi berusia dua bulan.

"Kaget juga, kenapa tiba-tiba ada banyak aparat, pas saya tanya ternyata polisi dapat info dari Solo," ujarnya.

Mulyati menjelaskan, rumah kontrakan yang digerebek Kamis (2/5) malam sekitar pukul 22.30 wib itu menjalankan usaha air minum isi ulang. Usaha tersebut sudah hampir tiga kali pindah tangan.

Dia juga mengaku hanya sempat beberapa kali berbincang dengan tersangka. Dia juga menuturkan keluarga kecil itu memang sedikit tertutup pada masyarakat sekitar.

"Jualannya juga ga keliling, hanya nunggu pembeli datang," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan dua orang terduga teroris berinisial JM alias Asep dan Ovie di Jalan Sudirman menuju Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

"Kedua tersangka teroris ditangkap Kamis (2/5) sekitar pukul 21.30 WIB," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli.

Boy menyebutkan kedua terduga teroris membawa lima buah bom pipa siap ledak saat dilakukan penangkapan anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Anggota kepolisian yang menggeledah rumah kontrakan kedua tersangka teroris telah menyita sejumlah barang bukti yang dibungkus plastik hitam.[ant/wid]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya