Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

YLKI Cemas Harga Barang Dan Pangan Loncat Duluan

Wacana Kenaikan BBM Munculkan Spekulasi Harga
JUMAT, 03 MEI 2013 | 08:33 WIB

Masyarakat mengeluhkan harga barang dan jasa sudah mengalami kenaikan padahal harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi belum naik.
Ekonom menilai, Mei dan September waktu yang paling tepat bila ingin menaikkan harga BBM karena di kedua bulan itu inflasi diprediksi rendah.

Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo mengungkapkan, pihaknya banyak mendapatkan pengaduan dari masyarakat. Mereka mengeluh biaya kebutuhan hidup sudah merangkak naik padahal harga BBM belum naik.

“Pengaduan itu bermacam-macam. Ada yang mengadukan naiknya harga pangan, biaya kontrakan dan biaya transportasi. Ini menunjukkan sudah banyak orang mulai melakukan spekulasi, ungkap Sudaryatmo kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

“Pengaduan itu bermacam-macam. Ada yang mengadukan naiknya harga pangan, biaya kontrakan dan biaya transportasi. Ini menunjukkan sudah banyak orang mulai melakukan spekulasi, ungkap Sudaryatmo kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dia meminta pemerintah segera bersikap tegas agar masyarakat mendapatkan kepastian. Alih-alih bersikap tegas, katanya, pemerintah terkesan ragu mengambil kebijakan. Sebab, pemerintah bilang akan segera berkoordinasi dengan DPR.

“Seharusnya, bila sudah ingin menaikkan harga BBM, pemerintah berani mengambil keputusan,” cetus Sudaryatmo.

Selain harga barang dan jasa naik, menurutnya, saat ini penimbunan BBM sudah makin marak.

“Kami juga dapat laporan dari masyarakat banyak orang sekarang membeli BBM pakai derijen,” kata Sudaryatmo.

Saat ditanya besaran kenaikan BBM yang ideal, dia menyebut tidak lebih Rp 1.500 per liter. “Harga Rp 6.000 per liter itu cukup realisitis meskipun saya tahu, kenaikan itu akan dapat protes keras dari masyarakat,” ujarnya.

Pengurus YLKI Husna Zahir meminta, kementerian terkait bisa mengatasi masalah spekulasi harga barang dan jasa agar masyarakat tidak makin dirugikan.

“Spekulasi harga berpotensi terjadi karena produsen secara psikologis tertekan dengan rencana kenaikan harga BBM. Pemerintah ya harus bisa kontrol itu,” katanya.

Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) Aris Yunanto menyarankan, Mei dan September adalah momentum paling baik untuk menaikkan harga BBM. Alasannya, di kedua bulan itu diprediksi inflasi rendah dibanding bulan lainnya.

“Kalau bulan Juni sedang banyak pengeluaran untuk biaya sekolah dan ketemu bulan puasa. Kemudian Agustus Lebaran, inflasinya masih tinggi. Bulan September yang cenderung rendah,” usul Aris di Jakarta, kemarin.

Untuk Oktober, lanjutnya, ada momentum pelaksanaan ibadah haji. Sedangkan November dan Desember bertepatan dengan waktu bagi dunia usaha melakukan pembayaran pajak dan masyarakatmempersiapkan perayaan Tahun Baru.

Aris mengatakan, berapa pun kenaikan harga BBM, pasti akan menyebabkan inflasi. Kalau pemerintah memutuskan mengambil kebijakan menaikan harga BBM, maka harus berani mengorbankan kenaikan inflasi.

Rencana kenaikan harga BBM disampaikan Presiden SBY, belum lama ini. Namun sayang, Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu tidak menyebutkan besaran dan kapan kenaikan dilakukan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan, kemungkinan harga BBM akan naik bulan Juni.

Menurut Hatta, pemerintah akan menyiapkan program jaring pengaman sosial untuk meringankan beban ekonomi rakyat miskin. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya