Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Komisaris JICT Klaim Tidak Ada Monopoli Pelindo Di Pelabuhan

Berharap Swasta Ikut Bersaing Secara Sehat
KAMIS, 02 MEI 2013 | 08:08 WIB

Komisaris Jakarta International Container Terminal (JICT) Andrianto angkat bicara menyikapi tuduhan terhadap Pelindo II yang diduga melakukan praktik monopoli usaha kepelabuhan. Menurutnya, penilaian tersebut keliru karena praktik tersebut tidak ada.

“Kedudukan hukum Pelindo sama dengan badan usaha lainnya. Pelindo hanya sebagai operator. Sudah tidak seperti dahulu sebagai operator dan regulator juga sehingga rasanya sulit melakukan monopoli,” kata Andrianto kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dia melihat, saat ini yang terjadi, banyak asosiasi usaha swasta kepelabuhan mengeluhkan persaingan bisnis, bukan praktik monopoli.


Andrianto menyarankan, badan usaha swasta kepelabuhan untuk tidak takut menghadapi persaingan bisnis.

Menurutnya, dengan pengalaman dan jaringan yang dimiliki, seharusnya mereka bisa lebih kompetitif. Dia yakin, perusahaan yang bisa memberikan pelayanan terbaik, apakah itu swasta atau anak usaha Pelindo akan dilirik oleh konsumen.
“Sekarang itu zamannya era persaingan sempurna. Maksudnya konsumen mencari pelayanan terbaik,” katanya.

Andrianto menuturkan, siapa pun tidak bisa melarang Pelindo membuat anak usaha. Pasalnya, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran memberikan keleluasaan kepada Pelindo untuk membuka usahanya sendiri.

Seperti diketahui, sejumlah asosiasi usaha kepelabuhan belum lama ini menuntut pemerintah membatasi ekspansi usaha Pelindo karena mereka khawatir akan mematikan ribuan badan usaha swasta.

Sementara Pelindo tidak menggubris tuntutan tersebut. Perusahaan pelat merah itu tetap melaksanakan rencana ekspansinya.

Pelindo II sejauh ini memiliki sejumlah anak usaha di pelabuhan antara lain PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Energi Pelabuhan Indonesia, PT Integrasi Logistik Cipta Solusi, PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia dan PT Pengembang Pelabuhan Indonesia serta PT Pelabuhan Petikemas Indonesia.

BUMN ini dikabarkan akan membentuk beberapa anak usaha baru. Antara lain PT Pelabuhan Tanjung Priok, PT Jasa Armada Indonesia, PT Pusat Studi Maritime dan Logistik Indonesia, PT IPC Pelabuhan Petikemas Indonesia, PT Marine Services Indonesia, PT Terminal Curah Indonesia, PT Sarana Pengerukan Indonesia, PT Terminal Petikemas Sorong dan PT Terminal Petikemas Batam.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya