sby
sby
Menurutnya, praktik nepotisme sebenarnya bisa dipahami selama masih mempertimbangkan asas proporsionalisme dan jauh dari kezaliman atau aniaya, sebagaimana disebutkan sosiolog besar Islam, Ibnu Khaldun.
"Tapi ketika nepotisme tidak lagi proporsional dan penuh kezaliman, tentu tidak bisa dibenarkan. Praktek nepotisme juga tidak bisa dibiarkan. Pembiaran atau ketakmampuan mengendalikan praktek nepotisme bisa berakibat fatal dengan keberlangsungan negara atau parpol," jelas Mamun (Rabu, 1/5).
Populer
Senin, 21 September 2026 | 03:25
Jumat, 25 September 2026 | 14:51
Jumat, 25 September 2026 | 22:39
Senin, 21 September 2026 | 13:33
Minggu, 27 September 2026 | 11:44
Sabtu, 26 September 2026 | 02:36
Kamis, 24 September 2026 | 20:07
UPDATE
Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23
Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20
Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19
Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18
Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10
Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08
Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55
Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55
Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50
Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46