Berita

ilustrasi

Bisnis

Kebijakan Pemerintah Soal BBM Subsidi Cuma Muter-muter Doang

RABU, 01 MEI 2013 | 09:15 WIB

DPR menilai pemerintah penakut dan peragu menentukan kebijakan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang menimbulkan ketidakpastian di masyarakat.

Anggota Komisi VII DPR Achmad Rilyadi mengatakan, pemerintah harusnya segera mengambil kebijakan soal BBM subsidi. Apalagi DPR sudah memberikan kewenangan penuh untuk menaikkan BBM tanpa meminta persetujuan wakil rakyat tersebut.

“Itu semua sudah diatur dalam Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2013. Di mana jika terjadi kenaikan harga minyak dunia dan mengancam keuangan negara, mereka (pemerintah) bisa menaikkan harga,” katanya.


Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKS Komisi VII DPR ini menilai, pemerintah tidak perlu terus berpolemik atau melemparkan kebijakan-kebijakan BBM yang akhirnya tidak dilaksanakan.

“Berdasarkan pengalaman selama ini, semua kebijakan pemerintah soal BBM subsidi terus berputar-putar mulai dari pengaturan, pembatasan sampai  penggunaan dua harga, batal semua,” jelas Rilyadi.

Kondisi ini memperlihatkan pemerintah tidak berani mengambil kebijakan soal BBM. Menurut dia, kenaikan BBM memang kebijakan yang tidak popular, tapi itu perlu dilakukan untuk menyelamatkan anggaran.

Ketua Dewan Insinyur Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Said Didu menyatakan, jika tidak ada perubahan pada kebijakan subsidi BBM atau kebijakan APBN lainnya, diperkirakan defisit APBN 2013 mencapai 3,8 persen.

Padahal, menurut Undang-Undang APBN maksimum defisit itu 3 persen dari produk domestik bruto (PDB) atau sekitar Rp 340 triliun. “Dana itu semua akan habis untuk subsidi BBM atau energi yang tidak tepat sasaran,” ucapnya
Menurut Said, saat ini subsidi yang sudah dihabiskan pemerintah mencapai Rp 97,5 triliun.

Untuk diketahui, semula pemerintah akan menerapkan kebijakan dua harga untuk BBM subsidi. Namun, kebijakan tersebut ditunda karena pemerintah mengambil kebijakan kenaikan harga. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya