Berita

IPW: Bentrokan Musi Rawas Jadi Kampanye Hitam untuk Cagub dari Pati Polri

RABU, 01 MEI 2013 | 08:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Meletusnya kerusuhan di Musi Rawas, Sumatera Selatan kemarin sangat disesalkan. Apalagi kerusuhan itu terjadi menjelang Pilgub Sumsel, dimana salah satu calonnya adalah perwira tinggi Polri. Yaitu, Irjen Iskandar Hasan yang berpasangan dengan Hafizs Tohir.

"Dengan adanya kerusuhan ini dikhawatirkan menjadi 'kampanye hitam' bagi cagub dari Polri hingga akhirnya yang bersangkutan tidak dipilih oleh masyarakat," ujar Ketua Presidium IPW Neta S. Pane (Rabu, 1/5).

Menurut hemat Neta, bagaimana pun kerusuhan itu sudah memicu kejengkelan, kebencian, dan kemarahan masyarakat terhadap polisi. Apalagi dalam peristiwa itu ada empat orang tewas yang diduga tertembak peluru tajam.


"Menjelang Pilgub Jabar beberapa waktu lalu, kerusuhan sempat pula terjadi di Universitas Pamulang Tangerang. Puluhan mahasiswa luka-luka dipukuli polisi," imbuhnya.

Akibat peristiwa ini banyak pengamat yang memprediksi bahwa para cagub dari polisi akan kalah di Pilgub Jabar. "Akibat hal ini, Wakapolri yang hendak maju jadi cagub mendadadak mundur. Sementara pati Polri yang tetap maju hanya mendapat nomor buncit," katanya merujuk pada Irjen Dikdik Mulyadi yang maju sebagai cagub Jabar dari jalur independen.

Bercermin dari kasus Jabar, IPW berharap aparat kepolisian agar lebih bisa menahan diri dalam menghadapi potensi konflik di masyarakat dan jangan bersikap arogan dan represif, terutama menjelang pilkada dimana perwiranya ikut dalam pencalonan.

Meletusnya kerusuhan yang membawa korban akan menjadi kampanye buruk bagi polisi-polisi yang ikut pilkada. "Padahal keikutsertaan anggota polisi dalam pilkada sangat penting dan bisa menjadi tolok ukur bagi peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Polri," tandasnya.

Bentrokan ini berawal dari demo menuntut pemekaran Kabupaten Muratara dari Kabupaten Musi Rawas pada Senin (29/4) mulai pukul 10.00 WIB hingga Senin malam dan berakhir bentrokan serta mengakibatkan empat warga tewas dan belasan lainnya terluka.

Selain itu korban lainnya ialah terbakarnya Mapolsek Rupit dan Karang Dapo, serta dua kendaraan polisi dibakar massa. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya