Berita

Fuad Bawazier: Hanya di Indonesia LSM Asing Bisa Bebas Tanpa Kontrol

SELASA, 30 APRIL 2013 | 18:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap LSM asing yang beroperasi di Indonesia semakin rendah. Masyarakat semakin kritis dalam menilai kehadiran LSM asing di tanah air, terutama yang kerap bersuara keras mengecam pemerintah dan dunia usaha Indonesia.

“Secara umum, LSM asing memang tidak ada yang beres. Mereka hanya teriak-teriak lalu minta duit,” kata tokoh Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) Fuad Bawazier dalam keterangan yang diterima redaksi beberapa saat lalu (Senin, 29/4). Pernyataan Fuad itu disampaikan menanggapi hasil survei Edelman Trust Barometer Indonesia yang antara lain menyebutkan citra LSM di Indonesia jeblok.

Pada 2011, tingkat kepercayaan terhadap LSM sebesar 61 persen, lalu anjlok ke titik 53 persen pada 2012, dan turun dua persen lagi di tahun ini.


Besaran ini di bawah tingkat kepercayaan pada LSM rata-rata di dunia, yakni 63 persen. Di Malaysia tingkat kepercayaan terhadap LSM mencapai 76 persen, dan di Cina sebesar 81 persen.

  Salah satu LSM asing di Indonesia yang kini menjadi sorotan adalah LSM  asing World Wide Fund for Nature (WWF).  Kinerja LSM asing yang berkantor pusat di Jenewa, Swiss itu dinilai amburadul dalam mengelola Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Riau. Sejak 2009, berdasarkan SK 663/Menhut-II/2009, TNTN dikelola bersama WWF.

Saat itu luas TNTN mencapai 83.068 hektare dengan memasukkan areal hutan produksi terbatas yang berada di sisinya. Namun berdasarkan analisis citra landsat kini luas hutan alam TNTN hilang hingga 64 persen. Sedangkan pada areal perluasan, hutan alam yang hancur telah mencapai 83 persen.

Ironisnya, WWF tetap ingin kembali menggarap proyek serupa di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Riau.

  “Evaluasi dulu kinerjanya. Pemerintah jangan asal memberikan proyek. Saya sangat setuju pemerintah mengaudit keuangan WWF. Hanya di Indonesia ini LSM bisa bebas tanpa kontrol,” Fuad mengingatkan.

  Fuad menyarankan pemerintah meniru langkah Norwegia yang menghentikan bantuan untuk WWF setelah kasus penggelapan dana di Tanzania terbongkar.

“Di luar negeri, pengaturan LSM asing sangat ketat. Kenapa di Indonesia tidak? Pemerintah dan badan intelijen juga wajib menyelidiki apa motif WWF beroperasi di Indonesia. Jangan asal tampung saja LSM yang hanya bisa berkoar-koar,” tandas politisi Hanura ini.

  Selain di Norwegia, borok WWF juga pernah dibongkar The Taxpayers Alliance, lembaga penggunaan dana pajak di Inggris yang melaporkan perselingkuhan Uni Eropa dengan WWF. Pada 2011, Uni Eropa menginjeksi 10,1 juta euro, selain 0,5 juta euro dari perusahaan lotere. Penerimanya adalah koalisi LSM yang tergabung dalam Green 10, termasuk WWF.

  Sementara Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) pada 2011 melaporkan senilai 137 juta dolar AS yang tidak terlacak, yang dicurigai masuk ke kas sejumlah LSM.

“Pemerintah dan badan intelijen juga wajib menyelidiki apa motif WWF beroperasi di Indonesia. Jangan asal tampung saja LSM asing yang hanya bisa berkoar-koar,” demikian Fuad mengingatkan. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya