Berita

jeffrie geovani

Jokowi 'Kalahkan' Fenomena SBY, Wajar Para Capres 'Berebut' Ingin Berduet

SELASA, 30 APRIL 2013 | 07:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Para bakal calon presiden tampaknya berebut untuk menjadikan Joko Widodo sebagai calon wakil presiden, pendamping dalam pemilihan presiden 2014 mendatang.

Sebelumnya, sebuah lembaga survei 'ingin menduetkan' capres Golkar Aburizal Bakrie dengan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Bahkan salah seorang kader Golkar, Bambang Soesatyo terang-terangan mengusulkannya.

Setelah Aburizal Bakrie, kini giliran Hatta Rajasa. Di Solo, misalnya, beredar poster-poster dukungan agar bekas Walikota Surakarta dan Menko Perekonomian yang juga Ketua Umum DPP PAN itu berpasangan.


Menurut Jeffrie Geovanie, saat dimintai pendapat, hal itu menunjukkan bahwa fenomena Jokowi tidak berhenti hanya sampai di pelaksanaan Pemilukada Jakarta, seperti diperkirakan banyak pihak.

Gelombang pengaruh Jokowi, sambung board of advisor Center for Strategic and International Studies (CSIS) ini, bahkan lebih dasyat dibanding saat SBY menjadi figur yang di puja-puja pada 2004 dan 2009 yang lalu.

"Justru seperti yang saya sampaikan pada pernyataan terdahulu, sekarang ini calon-calon Presiden yang ada paham betul bahwa bila ingin memenangkan pemilihan Presiden 2014 tantangannya adalah harus menggandeng Jokowi baik sebagai cawapres atau capres," ungkapnya.

"(Karena) Jokowi telah jadi 'Jokerwi', lebih dari sekedar kartu AS dalam politik Indonesia," ujar Jeffrie kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 30/4).

Sebelumnya, Joko Widodo mengungkapkan kegerahannya atas pencomotan namanya. "Kemarin dipolling disandingkan dengan ARB (Aburizal Bakrie), sekarang disandingkan dengan yang lain, tidak mengerti saya," kata Jokowi, Jumat (26/4) lalu.

Jokowi mengaku tak pernah dikabari dirinya akan disurvei sebagai kandidat calon presiden. "Yang dulu tidak dikasih tahu, sekarang juga tidak dikasih tahu, ya saya tidak mengerti. Saya tidak pernah mikir survei, tidak pernah mikir polling," imbuh dia. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya