Berita

POLEMIK GUNUNG PADANG

Tudingan Riset yang Dipimpin DR. Ali Akbar Merusak Situs Salah Besar!

SENIN, 29 APRIL 2013 | 21:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Staf Khusus Presiden Andi Arief membantah tuduhan riset yang dilakukan Tim Terpadu Riset Mandiri di Gunung Padang merusak situs megalitik yang diklaim sejumlah kalangan terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Andi Arief menegaskan bahwa pembuktian hasil pemindaian alat-alat geofisika, peta IFSAR dan metode lainnya antara lain eskavasi lokal (spot survey) Gunung Padang dilakukan oleh arkeolog DR. Ali Akbar dan mahasiswa Universitas Indonesia. Semua kaedah dan metodologinya pun dapat dipertanggungjawabkan.

"Tidak benar kalau ada perusakan situs," tegas Andi dalam keterangannya kepada Rakyat Merdeka Online, Senin (29/4).


"Eskavasi walaupun di luar situs dilakukan sangat hati-hati dibantu dan disaksikan warga setempat dan Juru pelihara Gunung Padang," sambung dia.

Andi menyatakan, kesimpulan bahwa rencana eskavasi yang akan melibatkan masyarakat, TNI dan Polri akan merusak situs karena masyarakat yang melakukannya sebagai kesalahan memahami rencana baik yang dipilih tim sebagai upaya mengenalkan ilmu arkeologi kepada publik. Eskavasi sendiri katanya, direncanakan akan dilakukan oleh 100 arkeolog.

"Pelibatan masyarakat justru membantu dan mengontrol sekaligus sebagai pembelajaran. Arkeologlah yang akan melakukan eskavasi," imbuh Andi.

Dia juga menegaskan, langkah-langkah yang dipilih Tim Terpadu Riset Mandiri dalam riset di Gunung Padang bukanlah langkah-langkah destruktif seperti yang dituduhkan dalam petisi 34 arkeolog dan geolog beberapa hari lalu.

"Tidak pada tempatnya dikontraskan seolah-olah niat baik ini (Tim Terpadu Riset Mandiri) sebagai ancaman sehingga Gunung Padang harus diselamatkan," tandasnya. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya