Berita

POLEMIK GUNUNG PADANG

Puluhan Ilmuwan Asing Kagumi Penelitian Gunung Padang

MINGGU, 28 APRIL 2013 | 09:07 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Puluhan ilmuwan dan peneliti dari berbagai universitas di dunia telah memberikan ucapan selamat dan menyampaikan kekaguman mereka terhadap penelitian yang dilakukan di situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, dalam dua tahun terakhir ini.

Penelitian ini menemukan fakta bahwa apa yang seharusnya disebut sebagai situs Gunung Padang bukan hanya permukaan tanah seluas 900 meter per segi bersama bebatuan di atasnya. Melainkan meliputi keseluruhan bangunan yang diduga kuat ada dan tertimbun di bawahnya.

Berbagai media dalam dan luar negeri pun telah mempublikasikan hasil penelitian tersebut.


Keberadaan bangunan yang tertimbun itu diketahui dari pengujian georadar dan geolistrik sebagai bagian dari penelitian di kawasan potensi bencana patahan Cimandiri. Belakangan uji carbon dating yang dilakukan laboratorium Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) dan lanboratorium di Miami, Amerika Serikat, memperlihatkan usia sample yang diperoleh dari coring di sejumlah titik di kawasan itu lebih tua dari dari 11 ribu tahun.

Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) Andi Arief mengatakan, selema ini dirinya menahan diri untuk tidak mempublikasikan ucapan-ucapan selamat dan kekaguman dari peneliti-peneliti asing itu. Ini dilakukan karena ia merasa bahwa penelitian di Gunung Padang harus dilikakukan oleh ilmuwan dalam negeri.

"Karena ini adalah bukti bahwa bangsa kita memiliki masa lalu yang gemilang, jauh lebih gemilang daripada yang diceritakan dan dikisahkan selama ini," ujarnya.

Tetapi belakangan Andi Arief kecewa karena upayanya menggalang persatuan di kalangan ilmuwan kebumian di tanah air digagalkan oleh sekelompok peneliti yang selama ini menguasai jagad penelitian, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Untuk mementahkan hasil penelitian yang dilakukan Tim Terpadu Riset Mandiri yang dimotori DR. Danny Hilman Natawidjaja dan kawan-kawan, Puslit Arkenas menggunakan hasil penelitian yang patut diduga bodong dan manipulatif, serta menghabiskan uang negara.

Selain Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan, Andi Arief juga menuding dua kementerian lain, yakni Kementerian Riset dan Teknologi dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hanya sekadar melakukan copy paste dalam penelitian yang mereka lakukan untuk mementahkan hasil penelitian Tim Terpadu Riset Mandiri.

"Tentu di sebuah paper tiga Kementerian itu bisa berbohong. Tapi 12 doktor dari berbagai bidang ilmu di Tim Terpadu Riset Mandiri yang sudah menemukan banyak bukti dengan berbagai metode yang dapat dipertanggungjawabkan, merasa tiga Kementerian ini tak bersungguh-sungguh mengurus dunia riset Indonesia," ujar Andi Arief.

Dia juga mengatakan Puslit Arkenas dengan sepengetahuan Wamendikbud telah bersekongkol menggelar pertemuan dua hari lalu dan tanpa dasar yang jelas menyatakan riset Tim Terpadu Riset Mandiri tidak ilmiah. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya