Erik Meijer harus menunjukkan kinerjanya di PT Garuda Indonesia Tbk, terutama dalam membuka pasar penerbangan di Eropa. Dukungan pemegang saham akan jadi modal.
Erik Meijer telah disetujui pemegang saham Garuda menjadi salah satu direktur.
Prosesnya mulus karena 98 persen pemegang saham merestuinya. Ekspatriat tersebut rencananya ditempatkan menjadi Direktur Komersial Garuda. Tantangan pemilihan Meijer justru datang dari luar Garuda. Kalangan DPR keberatan direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diisi warga negara asing (WNA).
Selain itu, tidak sedikit yang meragukan kemampuan Meijer karena dia tidak punya pengalaman mengelola bisnis penerbangan. Meijer selama ini lebih dikenal banyak bekerja di bisnis telekomunikasi.
Pengamat transportasi udara, Alvin Lie menilai, dua masalah tersebut tidak tepat dijadikan alasan menolak Meijer. Pertama soal status kewarganegaraan.
Menurutnya, masalah tersebut tidak perlu diperdebatkan karena Meijer memiliki izin resmi untuk kerja di Indonesia.
“Saya kira sepanjang yang diisi bukan jabatan negara sah-sah saja. Kalau menolak Indonesia bisa dicap jadi bangsa diskriminatif. Masa kita masih meributkan warna kulit orang. Sementara, banyak orang Indonesia saat ini duduk di posisi penting di perusahaan asing di luar negeri,†kata Alvin kepada
Rakyat Merdeka, kemarin.
Kedua soal pengalaman. Alvin menilai, pengalaman di penerbangan bukan syarat mutlak. Diungkapkannya, Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar dan direktur Komersial Elisa Lumbatoruan saat masuk ke perusahaan itu tidak memiliki pengalaman, tetapi keduanya pada ahirnya bisa menyesuaikan dan menjalankan tugas-tugasnya dengan baik.
Sekadar informasi, Meijer saat ini masih bekerja di PT Indosat sebagai Director and Chief Commercial Officer. Sebelumnya, dia pernah bekerja di Telkomsel selama 11 tahun dan Bakrie Telecom lima tahun. Di Indosat, Erik baru bekerja satu tahun.
Alvin yakin Kementerian BUMN merekrut Meijer atas dasar pertimbangan profesionalitas.
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku penunjukkan Meijer ini salah satunya untuk membuka pasar Garuda di Eropa. Selama ini sudah rahasia umum, BUMN penerbangan ini sulit menembus pasar di negara-negara Eropa.
Direktur Komersial Garuda, Elisa Lumbantoruan juga memiliki pandangan sama. Dia yakin Meijer bisa kerja optimal meski tidak punya pengalaman di bisnis penerbangan.
Menurutnya, industri telekomunikasi dan penerbangan memiliki banyak kemiripan dalam hal strategis dan manajemen. “Saya tidak kenal baik dengan Meijer tapi saya kira bisa beradaptasi dengan cepat dan berkontribusi memajukan Garuda,†katanya.
Saat ditanya soal posisinya yang akan segera digeser Meijer,
Elisa tidak mempersoalkannya.
“Life must go on,†kata Elisa.
Anggota Komisi VI Ferrari Romawi menilai, kurang pantas BUMN memakai tenaga asing. Karena sebenarnya Indonesia masih memiliki WNI yang handal.
Senada dengan Ferrari, Anggota Komisi VI DPR Nasril Bahar menganggap, pengangkatan Meijer secara tidak langsung mempertontonkan kepada masyarakat dunia bahwa SDM(Sumber Daya Manusia) di Indonesia lemah.
“BUMN itu perusahaan strategis seharusnya banyak hal lain yang harus dipertimbangkan untuk mengangkat orang,†katanya.
Dia mengakui, bisnis penerbangan semakin ketat sehingga memerlukan tenaga professional. Menurutnya, apabila Garuda merasa membutuhkan tenaga orang asing seharusnya tidak perlu menempatkannya pada posisi yang strategis. Meijer bisa ditempatkan sebagai konsultan.
“Bayar mahal tidak masalah. Yang penting pengambilan kebijakan tetap di bawah kendali orang kita sepenuhnya,†kata politisi PAN ini.
Saat ditanya mengenai kinerja Garuda, Nasril mengatakan, kinerja Garuda cukup baik. Perusahaan itu terus berkembang.
Sementara itu, Meijer mengaku sudah melakukan uji kepatutan untuk menduduki kursi direktur Garuda. Dia membantah ikut melamar sebagai direktur di maskapai nasional. Justru, kata suami artis Maudy Koesnaedi ini, dirinya yang ditawari.
Harga Saham Stagnan Di Level Rp 620Respons Investor Positif Jika Erik Diberi Ruang Untuk Lakukan Inovasi
Struktur direksi sebuah perusahaan terbuka selama ini menjadi salah satu indikator penilaian para pelaku pasar untuk berinvestasi. Apakah masuk Erik Meijer akan mendongkrak kinerja saham perusahaan pelat merah tersebut di pasar modal? Pengamat pasar modal Reza Priyambada mengatakan, perubahan direksi memang bisa membawa pengaruh terhadap kinerja saham sebuah perusahaan.
Menurutnya, setidaknya ada dua pertimbangan yang akan menjadi penilaian investor. Yakni, jejak rekam Meijer dan program yang akan diusungnya.
“Sejauh ini belum ada pergerakan di pasar karena memang pergantian direksi tidak langsung pengaruhnya. Investor tentu akan melihat program-program yang dijalankan Erik,†kata Reza kepada
Rakyat Merdeka, kemarin. Reza yakin Garuda telah mempertimbangkan dua hal tersebut.
Analis saham Lucky Bayu Purnomo memprediksi masuknya Meijer akan membawa dampak positif bagi kinerja saham di Garuda. Karena Erik selama ini dikenal sebagai eksekutif yang sukses dan berpengalaman. Pelaku pasar tentu akan yakin sosok Meijer bisa melakukan inovasi untuk Garuda. Apalagi, kondisi perusahaan pelat merah tersebut sangat memungkinkan untuk Meijer melakukan inovasi.
“Laba bersih tahun Garuda mencapai Rp 320 miliar, naik 80 persen dari tahun sebelumnya. Dengan dana itu akan memudahkan manajemen melakukan inovasi dan melakukan aksi korporasi,†kata Lucky.
Kepercayaan pelaku pasar, kata Lucky, semakin besar karena kinerja Garuda dalam menjaga kualitas produk pelayanan selama ini sangat baik. “Saingan penerbangan memang cukup ketat, tapi saya kira Garuda masih merajai. Apalagi Garuda satu satunya perusahaan penerbangan yang sudah IPO,†katanya.
Dia menunturkan, saat ini harga saham Garuda (GIAA) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp 620 per lembar. Harga itu memang masih di bawah harga wajar karena harga saham emiten berkode GIAA tersebut pernah di kisaran Rp 700 per lembar. Harga wajarnya berada di level Rp 650. Namun, Lucky melihat, ke depan saham Garuda akan terus menunjukkan penguatan.
Pengamat saham lain, Lucky Reza juga memiliki prediksi yang sama. Menurutnya, saham Garuda akan menunjukkan penguatan dalam beberapa waktu ke depan.
“Garuda itu sudah memiliki pangsa pasar sendiri dan sudah menjadi salah satu perusahaan besar di Tanah Air,†cetusnya.
Menteri BUMN Dahlan Iskan sebelumnya mengungkapkan,
Gauda menggaet Erik bertujuan untuk memperkuat pangsa pasar Garuda Indonesia di kancah internasional, terutama Eropa.
Meijer diusulkan Direktur Utama Garuda Emisyah Satar karena dianggap memiliki kapasitas mumpuni untuk memperkuat kinerja direksi. Menurut Dahlan, Garuda memang harus diisi kalangan professional karena persaingan maskapai penerbangan kini sudah semakin ketat.
Meijer: Saya Ditanya Dari Yang Ringan Sampai Yang SulitMeijer mengaku senang bila dipercaya menjadi Direktur Komersial PT Garuda Indonesia Tbk. Namun diakuinya, sejauh ini, dia belum ada persiapan khusus yang dilakukan untuk menjalankan posisi tersebut. “Saya siap untuk menjalankan tugas. Saya akan mematuhi aturan. Tapi saat ini, saya masih fokus kerja di Indosat. Banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan dulu,†kata Erik kepada
Rakyat Merdeka, baru-baru ini.
Suami dari Maudy Koesnaedi ini menuturkan, sampai saat ini belum ada pertemuan dengan jajaran direksi Garuda.
Saat ditanya banyak kalangan yang meragukan kemampuannya, Meijer menjawab tidak mau memperdulikan pandangan tersebut.
“Ya memang ada yang bilang saya tidak cocok karena belum ada pengalaman. Saya tidak peduli, justru saya akan semakin semangat untuk membuktikannya,†kata Meijer dengan nada optimis.
Lulusan Hanzehogeschool Groningen, Belanda, jurusan International Business tahun 1991 ini mengatakan, dirinya tidak pernah menawarkan diri pindah ke Garuda. Kementerian BUMN mengundangnya ikut
fit and proper test. Menurutnya, karena kementerian yang mengundang, dirinya tidak bisa menolaknya.
Meijer menceritakan sedikit kisahnya saat menjalani
fit and proper test beberapa waktu lalu. Menurutnya,
test tersebut berlangsung sangat panjang, dimulai pukul 08.00 pagi dan baru berkahir 21.00 WIB. “Banyak yang ditanya dari yang ringan sampai yang sulit. Namun Saya tidak bisa kasih tahu apa saja saya dibahas,†kata Meijer.
Sebelumnya, Direktur Utama Indosat Alexander Rusli mengaku rela melepas Meijer menjadi direksi Garuda Indonesia.
“Saya pribadi sayang sama Meijer, tapi kami mendukung pemerintah dan kami mendoakan yang terbaik untuk Garuda dan Indosat,†tukas Alexander. [Harian Rakyat Merdeka]