. PT Jamsostek (Persero) kembali menggelar sosialisasi massif menjelang beralihnya BUMN tersebut menjadi BPJS Ketenagakerjaan pada 1 Januari 2014. Kali ini, melalui program Jamsostek go to society, sasaran yang dipilih komunitas pemuda dan ibu rumah tangga.
"Dalam marketing modern, siapa yang berkomunikasi intensif dengan anak muda, wanita dan anak-anak akan menentukan jalannya arus pasar," kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan (Renbang) PT Jamsostek (Persero) Agus Supriyadi usai membuka Jamsostek Go to Society di halaman Lotte Mart, Bandung, Sabtu (27/4).
Menurut Agus, rangkaian acara Jamsostek go to society yang juga diisi lomba mewarnai gambar bagi anak-anak itu ditujukan memberi pengenalan lebih lanjut bukan hanya pasar utama, kalangan pekerja. Tapi, memperkenalkan program Jamsostek secara lebih luas ke berbagai segmen masyarakat.
Apalagi, lanjut Agus, secara pemetaan terdapat lebih 51 persen pekerja tergolong angkatan muda berusia 18-40 tahun. "Nah, dengan program ini, mereka yang lebih muda pun nantinya memiliki pengetahuan tentang Jamsostek. Karena nantinya mereka pun jadi pasar utama tenaga kerja," terangnya.
Dijelaskannya, dalam rangka transformasi PT Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan, pihaknya pun telah melakukan sejumlah upaya diantaranya mengawal regulasi BPJS, implementasi program desain yang disusun sesuai bidang masing-masing serta meningkatkan kepesertaan dan mengejar pertumbuhan investasi dan layanan prima.
Agus juga memaparkan, Jamsostek yang sudah 36 tahun mengelola jaminan sosial telah mendesain berbagai program benefit lanjutan yang mesti diketahui khalayak luas, seperti penambahan fasilitas layanan kesehatan berupa cuci darah gratis, pengobatan kanker dan operasi jantung.
Demikian juga dengan pemberian bea siswa bagi anak pekerja beprestasi, Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP), maupun potongan harga untuk pembelian sembako bagi pekerja peserta Jamsostek. "Kesemuanya ini merupakan total benefit disamping layanan utama program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan kerja (JKK), Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) dan Jaminan Kematian (JK) yang diberikan dan perlu diketahui oleh masyarakat," imbuhnya.
Adapun program baru yang juga dijalankan terkait kerjasama Jamsostek dengan perusahaan mitra, seperti kalangan perbankan, Telkom dan PT Dana Reksa, adalah pembukaan outlet Jamsostek di sejumlah kantor bank, layanan internet buat pekerja ataupun pengelolaan investasi yang aman bagi pekerja yang menarik dana Jaminan Hari Tua (JHT) oleh Danareksa sehingga penghasilan pekerja akan tetap terjaga setelah tidak bekerja secara formal.
"Secara umum, kita harapkan program sosialisasi jaminan sosial bukan sekedar membangkitkan kesadaran masyarakat saja, tapi menjadi suatu gerakan nasional yang tumbuh dari bawah," pungkasnya.
Assistant Vice President Pricing Promotion Telkom Mustakim Wahyudi yang hadir dalam acara itu mengungkapkan, pihaknya akan bekerjasama dengan PT Jamsostek melakukan berbagai terobosan dalam sosialisasi dan menggelar berbagai layanan broadband Telkom pada para pekerja dalam berbagai event Jamsostek.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Perusahaan PT Jamsostek, Kuswahyudi menjelaskan, kegiatan Jamsostek goes to society akan diadakan di delapan kota meliputi Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Palembang, Balikpapan dan Makassar. "Kegiatan dilakukan menggandeng mitra sehingga pengunjung yang hadir bisa berkonsultasi langsung dengan para pakar perencanaan keuangan atau konsultasi kesehatan secara gratis," terangnya.
[fer]