Berita

bbm/ist

Politik

Kebijakan Dual Price BBM Sulitkan Konsumen

SABTU, 27 APRIL 2013 | 09:48 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Wacana penerapan harga ganda dalam penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menyisakan pekerjaan rumah tersendiri, khususnya bagi penerapan teknis dual price tersebut di lapangan.

Bahkan upaya untuk memisahkan SPBU penjual BBM bersubsidi dengan harga Rp 4.500 dan yang menjual Rp. 6.500, dinilai tidak masuk akal.

"Kebijakan dual price sangat menyulitkan konsumen. Bagaimana mungkin pengendara bisa memilah-milah SPBU," tegas Ketua harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (27/4).


Tulus juga mengkritik alasan yang melatarbelakangi upaya tersebut. Dimana dikatakan bahwa pemilahan SPBU ini akan dipilah berdasarkan pada jalanan  mana yang dilewati pengendara motor atau plat kuning dan jalanan mana yang dilewati mobil pribadi.

"Pertanyaannya, mana ada jalan yang tidak dilewati sepeda motor," ujarnya.

Bentuk penyimpangan dual price ini, lanjut Tulus, juga akan menimbulkan maraknya ojek bensin, angkot bensin, dan kemudian akan menimbulkan SPBU-SPBU liar dimana-mana. Secara konseptual, masih lajutnya, dual price tidak kompatibel.[ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya