Berita

Tiga Presiden Indonesia Pernah Kunjungi Situs Gunung Padang

JUMAT, 26 APRIL 2013 | 16:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keberadaan situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat sudah dikenal para pejabat tinggi Indonesia di masa lalu. Bahkan tiga presiden disebutkan pernah mendaki situs seluas 900 meter persegi itu.

Ketiganya adalah Presiden Sukarno, Presiden Soeharto dan Presiden Megawati Soekarnioputri.

"Menurut informasi yang saya peroleh, mereka mengunjungi situs megalitikum bukan karena unsur mistik dan klenik. Tetapi karena mereka mengapresiasi peninggalan peradaban di masa lalu itu," ujar Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka Online, Kamis malam (25/4). Informasi itu diperoleh dari masyarakat setempat.


"Sayangnya saat itu belum ada pihak yang bisa menjelaskan fenomena Gunung Padang lebih jauh. Mungkin juga karena teknologi geologi di masa itu belum seperti sekarang yang memungkinkan kita merekam citra di bawah permukaan tanah," ujarnya lagi.

Kantor Andi Arief sejak dua tahun lalu memfokuskan penelitian mereka situs Gunung Padang setelah para peneliti menemukan anomali geologi di sekitar patahan Cimandiri. Situs megalitikum Gunung Padang "ditemukan" pertama kali oleh arkeolog Belanda pada 1914.

Penelitian terakhir yang dilakukan para ahli yang dikordinir kantor Andi Arief menemukan kebeadaan benda buatan manusia yang tertimbun di bawah situs Gunung Padang. Sejumlah pengujian karbon yang dilakukan menyebutkan usia bangunan tersebut antara 11 ribu hingga 22 ribu tahun. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya