Berita

maruarar sirait/ist

PDI Perjuangan Paling Diminati Pemilih Muda

KAMIS, 25 APRIL 2013 | 20:51 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Jika pemilihan umum dilaksanakan hari ini maka PDI Perjuangan adalah partai yang akan didukung oleh mayoritas pemilih muda.

Begitu berdasarkan survei Indo Barometer yang digelar pada 15-25 Maret 2014 dengan tema "Pemilih Muda: Evaluasi Pemerintahan, Citra dan Pilihan Parpol di Kalangan Pemilih Muda Jelang Pemilu 2014." Adapun margin of error survey ini adalah 3 persen dengan total responden 1.200 pemilih muda yang berumur 16-30 tahun. Sedangkan metode yang digunakan adalah multistage random sampling.

PDI Perjuangan berada diposisi teratas dengan 18,8 persen disusul kemudian oleh Partai Golkar dengan 17,5 persen. Uniknya, partai berkuasa sekarang, Partai Demokrat, tidak terlalu diminati oleh pemilih muda. Partai besutan Presiden SBY ini menempati perinkat keempat karena hanya diminati 4,8 persen pemilih muda.


Persentase Demokrat tersebut sangat  jomplang dengan Gerindra yang berada di peringkat ketiga dengan 14,3 persen. Pun demikian, angka floating mass atau massa mengambang pemilih pemuda masih sangat tinggi, yaitu sebanyak 30,3 persen.

Menanggapi prestasi PDI Perjuangan dan masih tingginya massa mengambang pemilih muda itu, Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP PDI Perjuangan, Maruarar Siraitm mengatakan bahwa partainya masih memiliki banyak pekerjaan rumah dan tidak boleh jumawa dengan hasil itu.

"PR kita adalah bagaimana merebut massa mengambang, bagaimana merebut massa dr partai lain, bagaimana mengamankan kader partai kita," tegas Maruarar dalam Rakorbid Pora IV Nasional DPP PDI Perjuangan, yang mengusung tema "Pemuda Pelapor Menang Bersama Rakyat" di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan (Kamis, 25/4).

"Kita juga harus lebih banyak lagi merekrut kader muda secara sistematis, kemudian kita lakukan kaderisasi agar mereka berisi," sambung Ara, panggilan akrab Maruarar Sirait.

Hal ini dilakukan karena PDI Perjuangan menargetkan menang di Pemilu 2014. Jadi, lanjut Ara, harus ada pergerakan masif terhadap rekruitmen kaum muda untuk mendukung target tersebut.

"Karena target kita menang pilpres dan pileg. Jadi ini saatnya PDIP berhenti jadi partai oposisi, tapi bukan dengan bergabung ke pemerintah, tapi melalui pemilu," ujarnya lagi. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya