Berita

kpu/ist

Politik

KPU Pantas Disebut Rezim Tukang Babat

MINGGU, 21 APRIL 2013 | 09:44 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan membawa kasus terungkapnya dokumen verifikasi administratif partai politik dan MoU KPU-International Foundation for Election System (IFES) dalam sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ke kepolisian aneh dan tidak elegan. Sikap ini justru menunjukan suasana panik sekaligus arogansi KPU.

"Alih-alih berupaya menjadikan kasus ini sebagai alat untuk introspeksi diri, lebih membangun pelaksanaan pemilu yang terbuka, partisipasif, dan siap untuk diawasi, malah KPU datang dengan wajah mengancam," ujar Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti dalam pernyataannya kepada wartawan beberapa saat lalu (Minggu, 21/4).

Setelah membabat keberadaan parpol melalui verifikasi, lalu mencantumkan sanksi pembabatan pers dalam PKPU No 1 Tahun 2013. Kini KPU, lanjut Ray, memperlihatkan watak pembabatan tanpa batas. Sekarang semangat pembabatan mengalir ke wilayah pengawasan, partisipasi dan transparansi pelaksanaan pemilu. Tidak berlebihan kalau KPU yang sekarang disebut sebagai ‘rezim tukang babat’.


"Apa saja yang tidak sesuai dengan keinginan, pandangan dan sikap mereka disebut sebagai ancaman dan pengganggu pemilu," lanjutnya.

"Sementara KPU yang lalai, abai dan tidak cermat tidak dianggap sebagai ancaman pelaksanaan pemilu yang jurdil," tandasnya.[ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya