Berita

Agus Martowardojo

Bisnis

Ekonomi Paman Sam Membaik, Agus Marto Minta BUMN Beli SUN

SABTU, 20 APRIL 2013 | 08:04 WIB

.Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo terus memberikan warning terhadap ancaman krisis keuangan di dunia.

Kalangan pengusaha nasional diminta jangan terpaku dengan pemulihan ekonomi di Negeri Paman Sam belakangan ini.

Dia justru meminta, para investor di dalam negeri mewaspadai kemungkinan terjadi penarikan investasi.


“Amerika Serikat tampaknya sudah mulai membaik perekonomiannya.
Investor di dalam negeri perlu mewaspadai pembalikan arah, hati-hati saja dengan imbasnya,” kata Agus seperti dikutip dari situs resmi Kemenkeu di Jakarta, kemarin.

Agus mengatakan, pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah
untuk menjaga perekonomian agar tetap stabil. Salah satunya dengan mengamankan Surat Utang Negara (SUN) melalui Bond Stabilization Framework (BSF). Nanti, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan didorong berperan menstabilkan pasar surat utang.

“BUMN kita banyak yang memiliki kekuatan pendanaan besar. Jadi mereka nanti akan stabilkan pasar surat utang jika sewaktu- waktu banyak investor asing yang melepas surat utang dan membuat harga SUN jatuh. Itu koordinasi terkait surat utang kita,” jelas Agus.

Selain BSF, menurut Agus, pemerintah juga sudah menandatangani perjanjian Chiang Mai untuk tujuan mengatasi masalah neraca pembayaran dan likuiditas jangka pendek. Serta mengadakan perjanjian currency swap dengan China dan Jepang.

Ekonom Didik J Rachbini menilai, kecil kemungkinan terjadi penarikan investasi karena ekonomi di Amerika membaik. Menurutnya, negara maju masih memiliki banyak pemodal. Mereka tidak sampai akan menarik investasinya dari negara berkembang untuk mengenjot perekonomian.

Apalagi, belum tentu negara maju memiliki bahan baku yang menjadi sumber produksi.

“Saya yakin para investor akan tetap berinvestasi dan mereka akan tetap masuk ke Indonesia,” katanya. Selain itu, lanjut dia, iklim investasi di dalam negeri sejauh ini cukup kondusif. Proses demokrasi di Indonesia terus berjalan dan tidak ada perang.

Ekonom Royal Bank of Scotland (RBS) untuk kawasan Asia Tenggara Enrico Tanuwidjaja juga memiliki pandangan yang sama. Dia menilai, ketertarikan asing berinvestasi di Indonesia masih bagus. Dia merujuk nilai transaksi penjualan saham di pasar modal.

“Modal asing di pasar ekuitas Indonesia tercatat naik 13 persen,” kata Didik. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya