Berita

Lidya Kandau dan Jamal Mirdad

Blitz

Jamal Absen, Lidya Nangis

Sidang Perdana Perceraian
JUMAT, 19 APRIL 2013 | 09:32 WIB

Lidya berkaca-kaca di ruang sidang. Jamal lebih memilih memantau Ujian Nasional di Kudus, Jawa Tengah.

Sidang perdana perceraian Lidya Kandau dan Jamal Mirdad berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemarin. Suasana haru terasa sekali di persidangan yang akhirnya ditunda karena ketidakhadiran Jamal.

Persidangan digelar di ruang sidang nomor lima. Lidya datang sekitar pukul 11.30 WIB, hanya ditemani oleh pengacaranya, Leonora. Sedangkan anak-anak dilarang hadir oleh Lidya.


Saat memasuki ruang sidang, Lidya tampak tak kuasa menahan sedih. Tangan kanannya pun terlihat memegangi tisu untuk mengusap air matanya yang turun.

Tak sepatah kata keluar dari Lidya sebelum mengikuti persidangan yang digelar tertutup.

Usai sidang, Lidya yang mengenakan blouse putih gading dan kacamata hitam, tak banyak berbicara dan hanya menebar senyum. Setelah didesak wartawan, artis kawakan ini ternyata sudah mengetahui kalau Jamal berhalangan hadir. “Ya, dia memang belum bisa datang,” ucap Lidya.

Menurut informasi, sebagai anggota Komisi X DPR, Jamal absen karena harus kunjungan kerja ke Kudus, Jawa Tengah.

“Jamal sedang memantau pelaksanaan Ujian Nasional yang carut marut,” ungkap sumber.

Kembali ke Lidya. Sebelum meninggalkan PN Jaksel, ia sempat berujar singkat tentang kemungkinan bisa rujuk. Peraih Piala Citra pada 1991 ini menolak menjawab mengapa akhirnya menggugat cerai. “Iya, ada (keinginan rujuk),” ucap Lidya.

“Nggak sangka ya, saya nggak tahu bagaimana besok,” imbuhnya sambil tertunduk.

Alasan perceraian pasangan yang pertama kali dalam film Ramadhan dan Ramona ini masih kabur. Namun Juru Bicara PN Jaksel Mathius Samiadji membeberkan keduanya bercerai karena sering bertengkar.

Menurut Mathius, salah satu dasar seseorang mengajukan gugat cerai adalah karena pertengkaran yang terus menerus terjadi. Karena itu, tak menutup kemungkinan salah satu penyebab perpisahan Lydia dan Jamal karena hal tersebut.

“Terjadi pertengkaran, dan perselisihan yang terjadi terus menerus,” ucap Mathius.

Namun menurutnya, dalam isi gugatan cerai yang diajukan Lidya pada 8 Maret silam, dia hanya menginginkan perceraian dengan suami yang dinikahi sejak 1986 itu. Dalam gugatannya, Lydia tidak menuntut hak asuh anak maupun harta gono-gini

“Sepengetahuan saya, dalam gugatan itu pengugat hanya minta perkawinan Lidya dan Jamal yang sudah dicatatkan sejak 27 tahun putus karena perceraian. Itu saja,” tandas Mathius.

Sehari sebelum sidang, Naysilla Mirdad menyatakan, di satu sisi, dia ingin terlibat dalam mediasi antara kedua orangtua yang tengah di ambang perceraian. Namun, di sisi lain, ia harus mengikuti kata-kata sang ibu.

“Aku sendiri sebenarnya kalau mau datang (ke persidangan) bukan untuk men-support perceraiannya. Tapi support, ini kan ambil jalan mediasi. Jadi, siapa tahu ada jalan tengah antara papa dengan mama,” ungkap Nay, Rabu (17/4) malam.

Bintang sinetron Jodohku ini juga berharap orangtuanya masih bisa hidup bersama kembali. Namun, ia enggan untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi antara mereka.

“Aku nggak mau bicara yang memberatkan orangtua. Sebagai anak, aku hanya ingin bilang apapun itu yang terbaik,” harapnya.

Nay percaya di dunia ini tidak ada yang mustahil. Termasuk orangtuanya berdamai dan rujuk. “Kalau ada, kemungkinan ada. Hari esok juga kita nggak tau,” katanya.

“Tapi maaf, itu (penyebab perceraian) adalah masalah intern keluarga, nggak mungkin bisa dibicarain ke orang-orang,” uajrnya.
 
Meski begitu, Nay memastikan kedua orangtuanya masih tinggal satu atap.

“Yang pasti gini, papa masih tinggal bersama aku, mama dan adik-adik aku, masih tinggal satu rumah semuanya. Komunikasi di rumah ini masih berjalan dengan baik. Kalau masih seperti biasa, ya kita mencoba untuk tetap sebaik mungkin,” tandasnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya