Berita

Inalum

Bisnis

Pengambilalihan Inalum Masih Terkendala Aset 140 Juta Dolar AS

KAMIS, 18 APRIL 2013 | 07:56 WIB

Pemerintah mengakui proses pengambilalihan PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dari Pemerintah Jepang masih terkendala perbedaan nilai aset.

Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengatakan, saat ini masih ada selisih nilai aset Inalum hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dengan pihak Jepang sekitar 140 juta dolar AS.

“Kalau kami ambil alih itu ada selisih sekitar 140 juta dolar AS. Nilai buku itulah yang sedang dinegosiasikan lagi supaya seperti nilai kami,” kata Hidayat di Kantor Kemenko Perekonomian, kemarin.


Dia menjelaskan, perbedaan nilai buku tersebut mengacu pada revaluasi aset (cara mewajarkan nilai aset) Inalum yang pada 1998 dimiliki Jepang. Sedangkan Pemerintah Indonesia hanya memegang nilai buku sebelum revaluasi. Namun, politisi Golkar itu memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp 7 triliun yang dialokasikan untuk akuisisi Inalum tidak akan berubah. “Dana Rp 7 triliun masih cukup, kalau lebih tentu dikembalikan,” ucapnya.

Menurutnya, setelah semua saham Inalum sudah ditangan Indonesia, pemerintah akan membuat BUMN baru.

Hal senada disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Dia mengaku proses renegosiasi dengan Jepang masih berlangsung karena ada perbedaan dari audit BPKP. “Perbedaan ini yang harus diverifikasi. Tapi kami tidak mengurungkan niat agar 100 persen saham Inalum beralih ke Indonesia pada 31 Oktober ini,” katanya.

Di tempat terpisah, Menteri BUMN Dahlan Iskan memastikan Indonesia akan kembali menguasai saham Inalum 100 persen. “Inalum mulai 1 November 2013 sudah milik Indonesia secara utuh,” katanya.

Dia menjelaskan, kontrak kerja Inalum akan berakhir 31 Oktober 2013. Dengan berakhirnya kontrak itu, secara otomatis Inalum akan menjadi milik Indonesia seutuhnya.

Menurut Dahlan, dengan kembali dikuasainya Inalum, pemerintah berjanji seluruh jajaran direksi dan komisaris perusahaan bakal dijabat orang Indonesia.
“Kami juga menyuruh pemda turut membantu kinerja Inalum. Hal teknisnya masih sedang dirumuskan,” terangnya.

Untuk diketahui, BPKP telah memberikan laporan hasil audit nilai buku Inalum, apalagi perusahaan tersebut merupakan aset negara. Namun, hasil audit tersebut menyebutkan rencana pemerintah untuk mengambil alih Inalum dari Nippon Asahan Aluminium Co. Ltd pada 31 Oktober 2013 masih terganjal perbedaan nilai buku aset. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya