Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Gubernur Diajak Dukung Pembatasan BBM Subsidi

Jatah Bensin Buat Mobil Pribadi Belum Pasti
RABU, 17 APRIL 2013 | 08:26 WIB

Pemerintah daerah (Pemda) mendukung rencana pemerintah memberlakukan dua harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi sebagai langkah menghemat anggaran energi. Bank Indonesia (BI) memprediksi, jika BBM subsidi dibatasi, maka gejolaknya hanya sekitar 3 bulan.

Pemerintah kemarin mensosialisasikan rencana pemberlakuan dua harga BBM kepada gubernur se-Indonesia di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Hasilnya, mereka satu suara menyampaikan dukungan. Pertemuan itu berlangsung tertutup selama enam jam, mulai dari pukul 08.00-14.00 WIB.
Hadir dalam acara itu antara lain Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, dan Wakil Kepala Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo.

Hadir dalam acara itu antara lain Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, dan Wakil Kepala Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo.

Dalam pertemuan, menurut Menteri Perindustrian MS Hidayat, semua gubernur yang hadir mendukung opsi kenaikan harga BBM untuk mobil pribadi.

“Mereka secara prinsip mendukung apa yang akan dilakukan pemerintah. Malahan, ada satu, dua gubernur yang meminta agar BBM dinaikkan menjadi satu harga saja,” beber Hidayat.

Dia mengungkapkan, kenaikan harga BBM subsidi untuk mobil pribadi diperkirakan naik Rp 2000. Dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 perl liter. Untuk BBM non subsidi Rp 9.000 per liter.

Sementara harga BBM subsidi untuk sepeda motor dan angkutan umum tetap, yakni Rp 4.500 per liter. “Tapi kalau sepeda motor mau beli BBM yang Rp 6.500 per liter ya tidak dilarang,” ujarnya.

Mendagri Gamawan Fauzi mengapresiasi sikap gubernur yang mendukung pembatasan BBM subsidi.

Ketika ditanya kepastian pelaksanaan pembatasan BBM subsidi, Ganawan bilang, konsepnya sedang dimatangkan oleh pemerintah.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama (Ahok) yang hadir dalam pertemuan itu membenarkan keterangan dua menteri tersebut. “Ya kita ikut saja kebijakan pemerintah pusat. Saya lihat pemerintah sudah pasti akan menaikkan harga BBM,” kata Ahok.

Namun, yang menarik, dalam rapat tersebut, menurut Ahok, pemerintah belum memutuskan kenaikan harga BBM subsidi ini apakah hanya untuk mobil pribadi atau untuk semua kendaraan.

Ahok mengatakan, pihaknya akan segera melakukan antisipasi. Misalnya, bila kenaikan harga BBM menyebabkan inflasi tinggi, maka pihaknya akan memperkuat anggaran kesejahteraan rakyat. Seperti kesehatan dan pendidikan. “Kalau nanti didemo masyarakat, kita juga mesti siap,” cetus bekas Bupati Bangka Belitung ini.

Menteri ESDM Jero Wacik menjelaskan alasan kenapa pemerintah cenderung memilih penghematan BBM dengan mengurangi subsidi BBM untuk kalangan menengah ke atas.

Dari berbagai opsi, lanjut dia, pilihan membatasi harga BBM subsidi paling rendah risikonya.

“Tidak ada opsi yang enak.  Opsi A enaknya begini, susahnya begini. Opsi B plusnya ini, minusnya begitu. Opsi C plusnya ini, minusnya ini. Dari semua opsi ini yang terbaik,” jelas politisi Demokrat ini.

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir menyatakan, pihaknya siap melaksanakan kebijakan pemberlakuan dua harga BBM subsidi.

Menurut Ali, bila opsi tersebut jadi diambil, Pertamina akan bekerja sama dengan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) merealisasikannya. “SPBU nanti diberi tanda agar masyarakat bisa mengetahui. Kita tunggu saja keputusan pemerintah,” kata Ali.

Deputi baru Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memprediksi, jika subsidi BBM dibatasi, maka akan menimbulkan gejolak harga paling lama sekitar tiga bulan. “Semua ini sangat tergantung sosialisasi kebijakan pembatasan BBM subsidi ini ke masyarakat,” kata Perry. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya