.Areal dekat pengembangan transportasi massal publik seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan monorail di Jakarta menjadi incaran pengembang properti.
Sebab, daerah tersebut dinilai memiliki prospek cerah, memiliki potensi digemari banyak orang karena memiliki akses yang bagus. Hal itu dikatakan Direktur Cushman & Wakefield Indonesia Nonny Subeno.
“Seperti Wika, ada monorail, mereka sudah siap. Mereka mau bangun, jadi developer berlombalomba membangun properti di area monorail,†kata Nonny di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, kemarin.
Bahkan, sudah ada developer ingin membangun. Menurutnya,
properti di areal seperti stasiun monorail dan MRT sangat bagus untuk dikembangkan menjadi kawasan apartemen dan perumahan.
Namun, Executive Director Cushman & Wakefield Indonesia Handa Sulaiman memprediksi, para pengembang tidak mau mengambil risiko terlalu tinggi dengan memborong lahan di area monorail dan MRT karena harga bisa melonjak cepat.
Handa menyarankan, ke depan konsep dan rancangan pengembangan properti di DKI harus dirancang berkonsep vertikal seperti apartemen atau rumah susun (rusun). Lahan di Jakarta sudah sangat terbatas sehingga tidak bisa dipaksakan
mengembangkan rumah tapak (
landed house).
Menurutnya, dengan konsep hunian vertikal, maka nanti pengembangan infrastruktur jalan dan ruang terbuka hijau bisa dimaksimalkan.
Handa menyambut baik rencana Gubernur DKI Jakarta Jokowi ingin merelokasi perkampungan di DKI dengan jalan menyediakan ratusan tower apartemen atau rusun subsidi.
“Bikin 300 unit itu bagus sekali, nanti bisa dikembangin untuk
jalan-jalan dan lahan hijau.
Air jangan ambil dari tanah tapi ambil air sungai yang dibersihkan,†tambahnya.
Dia mengatakan, masyarakat Indonesia memang belum terbiasa tinggal di hunian vertikal. Ttetapi dia yakin, seiring waktu akan terbiasa.
Sepi PengunjungPameran perumahan Pekan Rumah Sejahtera (PRS) Tahun
2013 diselenggarakan di Bekasi Timur kemarin terlihat sepi pengunjung.
Pameran ini merupakan program kerja sama Bank Tabungan Negara (BTN) dengan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). Di pameran ini, ditawarkan rumah murah dari Rp 75 juta sampai Rp 100 juta per unit.
Panitia penyelenggara pameran dari Camico Event Organizer, Okie Fulan mengatakan, selama beberapa hari digelar, pameran ini memang sepi saat siang hari.
Karena mungkin banyak masyarakat sibuk bekerja. Tetapi, bila malam hari, pameran tersebut ramai dikunjungi.
“Biasanya ramai kalau sore menjelang malam. Kan orangorang sudah pulang kerja. Kalau siang-siang gini sih masih sepi karena kan jam kerja juga,†kata Okie kepada detikFinance di lokasi pameran di Lapangan Serbaguna
Bekasi Timur, kemarin.
Okie mengatakan, pihaknya optimis bisa mencapai target 100.000 pengunjung hingga pameran ini selesai. Pameran ini digelar dari 13-21 April 2013 dengan menggandeng sekitar 70-an pengembang properti yang mencakup 90 stand. [Harian Rakyat Merdeka]