Berita

Dunia

Maroko Mengecam Upaya Lawan Mendistorsi MINURSO

SELASA, 16 APRIL 2013 | 23:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Raja Muhammad VI menginstruksikan rapat Kabinet Kerajaan untuk membahas perkembangan terakhir konflik Sahara, hari Senin kemarin (15/4). Penasihat raja, perdana menteri dan sejumlah anggota kabinet pemerintah serta para ketua partai politik di Kerajaan Maroko juga ikut menghadiri rapat itu.

Pertemuan khusus itu juga digelar untuk membahas inisiatif pihak lain mendistorsi mandat yang dimiliki MINURSO, misi PBB di Sahara Barat.

Pernyataan resmi dari Istana Raja Muhammad VI juga menambahkan bahwa pertemuan tersebut merupakan kesempatan untuk menegaskan kembali konsensus nasional Maroko menolak upaya membelokkan tugas MINURSO yang dibentuk sejak 1991.


Kerajaan Maroko juga menegaskan pihak yang hendak mendistorisu tugas MINURSO dengan pendekatan unilateral atau sepihak tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan Maroko hanya akan membuat kesalahpahaman dan penolakan. Terlebih di saat bersamaan Maroko sedang meningkatkan upaya mempromosikan hak asasi manusia di seluruh negeri, termasuk di provinsi-provinsi selatan. Upaya itu pun mendapatkan pujian dari komunitas internasional dan mitra internasional.

Peserta pertemuan menyampaikan kepedulian mereka pada konsensus nasional yang kini dijadikan pendekatan Maroko dalam proses perdamaian di PBB.

"Sejak dipresentasikan Kerajaan Maroko pada April 2007, Inisiatif untuk Negosiasi dan Otonomi Khusus untuk Sahara, isu HAM telah dieksploitasi pihak lain dalam upaya mementahkan proses negosiasi, serta digunakan sebagai alasan untuk tidak melanjutkan pembicaraan damai untuk mencari solusi politik," demikian keterangan yang diterima redaksi.


 Juga ditegaskan bahwa Kerajaan Maroko telah mengambil tindakan proaktif untuk mempromosikan dan melindungi HAM. Kerajaan Maroko juga terbuka terhadap prosedur yang berlaku di PBB dan Dewan Keamanan PBB. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya