Berita

DAHLAN ISKAN/IST

Olahraga

Dahlan Iskan Tengok Pemanjat Tower di Pasar Senen

SELASA, 16 APRIL 2013 | 18:23 WIB | LAPORAN:

. Aksi nekat Fransiscus, warga Kabupaten Ngad, Kelurahan Toda, Golewa, Flores, menarik perhatian Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan.

Dahlan bersama tiga orang stafnya siang tadi sekitar pukul 14.35 WIB mendatangi lokasi tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) di depan Pasar Senen, Jakarta Pusat, yang dipanjat Fransiscus sejak kemarin (Senin, 15/4).

Tanpa menghiraukan tanda bahaya yang tertempel pada tower tersebut, Dahlan pun memasuki area tower yang telah dipagari. Sebelumnya, mantan Dirut PLN itu didamping Wakil Kepala Polsek Metro Senen, Ajun Komisaris, Indriani sempat mengajak bincang rekan satu kampung Fransiscus, Maria Kristina.


Maria sembari berurai air mata menceritakan di hadapan Dahlan alasan aksi nekat temannya itu. Hal ini terkait masalah ganti rugi atas pembebasan lahan milik masyarakat Flores yang digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Uap. Ganti rugi yang diberikan jauh dari harapan warga Flores. Total lahan tersebut 2,5 hektar. Seluas 1,5 hektar di antaranya milik keluarga Fransiscus.

"Saya akan selesaikan, tapi percaya nggak sama saya?," tanya Dahlan kemudian kepada Maria.

Lebih lanjut Dahlan mengatakan, sebetulnya masalah sengketa ganti rugi lahan itu sudah lama terjadi dan tidak ada kaitannya dengan PLN. Sebab, pemerintah daerah setempat sudah memberikan izin penggunaan lahan kepada pihak PLN.

"Di sana memang ada pembangkit listrik panas bumi. Saya pernah ke sana semasa masih menjadi Dirut PLN. Katanya Pemda sudah menyelesaikan masalah itu," jelas Dahlan.

Hampir sekitar 40 menit Dahlan melihat kondisi Fransiscus yang masih berada di atas tower setinggi 100 meter, sebelum akhirnya meninggalkan lokasi dengan menumpangi mobil Toyota Harrier warna hitam.

Sementara itu, Maria menyebutkan, ganti rugi lahan yang didapatkan masyarakat Ngada jauh dari harapan, yakni Rp 15 juta per kepala keluarga.

"Tadi kata Pak Dahlan permasalahan ini sudah selesai. Katanya beliau ingin membantu kami. Bahkan saya diberikan nomer handphonenya," ujar Maria.[wid]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya