Berita

ilustrasi, pasokan listrik

Bisnis

Kementerian ESDM Hanya Jamin Pasokan Listrik Untuk Proyek Smelter Jawa & Sulsel

MINGGU, 14 APRIL 2013 | 10:04 WIB

Sejumlah pengusaha yang menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah melarang ekspor bahan tambang mentah mulai tahun 2014 menuntut jaminan pasokan listrik untuk pembangunan smelter.
 
Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Natsir Masyur menuturkan, sudah ada 30 perusahaan yang ingin membangun smelter. Tapi, mereka meminta pemerintah membantu pasokan kebutuhan listriknya.

Menanggapi permintaan itu, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman menyatakan siap memenuhi permintaan pasokan listrik. Namun dengan catatan, pembangunan smelter dilakukan di Jawa dan Sulawesi Selatan (Sulse).
 

 
“Kalau di Jawa dan Sulawesi, kami siap menyediakannya, kapan pun diminta kami siap,” kata Jarman kepada Rakyat Merdeka, kemarin

Alasannya, kata Jarman, infrastruktur di Jawa dan Sulsel sudah cukup memadai. Bagaimana dengan daerah lain? Jarman belum berani menjaminnya. Namun, menurutnya, bisa saja pembangunan infrastruktur disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan smelter.

Jarman berharap, pembangunan smelter dilakukan di daerah yang sudah lengkap infrastrukturnya. Karena hal tersebut nanti akan memudahkan opersional perusahaan tambang.

Direktur Utama PLN Nur Pamudji menegaskan pihaknya telah menyanggupi memberikan pasokan listrik untuk industri smelter sesuai permintaan perusahaan tambang.

Dia mengungkapkan, sudah ada enam perusahaan yang mengajukan proposal permohonan. Lokasi pembangunan smelter perusahaan itu. Antara lain di Bantaeng, Palopo dan Jawa Timur.

“Kita sudah menyetujui itu, berarti sanggup untuk memasok listrik untuk smelter,” kata Nur. Diakuinya, kebutuhan listrik industri smelter cukup besar.  Untuk satu smelter, diperkirakan bisa mengkonsumsi listrik antara 70 Mega Watt (MW) hingga 140 MW.
 
Operator Director PT Feni Haltim Irvan Djauhari meminta soal kesiapan perusahaan membangun smelter tidak dipukul rata. Karena kemampuan keuangan perusahaan tersebut berbeda-beda. Dia mengusulkan agar perusahaan tambang melakukan kajian bersama untuk melihat kesiapan pembangunan smelter. Nanti hasil kajian itu bisa disampaikan ke pemerintah sebagai masukan.
 
“Kita harus liat apakah semua perusahaan siap? Bagaimana kesanggupan pemerintah memenuhi kebutuhan energinya? Semua harus dikaji dahulu,” katanya.

Irvan mengusulkan, kewajiban membangun dilakukan secara bertahap. Agar program berjalan lancar, dia berharap pemerintah membantu pengusaha dengan memberikan insentif. “Insentif itu bisa pajak yang murah atau kemudahan perizinan,” pinta dia. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya