Kementerian Pertahanan Amerika Serikat kaget ketika informasi rahasia berkaitan dengan program nuklir Korea tanpa sengaja "dibocorkan" dan didiskusikan dalam sebuah sesi dengar pendapat di Capitol Hill hari Kamis kemarin (11/4).
Dalam rapat dengar pendapat di Komisi Militer yang membahas anggaran Pentagon itu, anggota DPR dari Partai Republik yang mewakili Colorado, David Lamborn, membaca dokumen yang menurutnya tidak rahasiwa dari laporan rahasia Agensi Intelijen Pertahanan (DIA).
"DIA menilai dengan keyakinan yang moderat (sedang-sedang saja) bahwa Korea Utara saat ini memiliki kemampuan mengirimkan misil balistik dengan hulu ledak nuklir. Bagaimanapun juga kemampuan itu akan rendah," demikian kalimat yang dibacakan Lambort itu sebelum dia bertanya mengenai signifikansi laporan tersebut kepada Kepala Staf Gabungan Jenderal Martin Dempsey.
Jenderal Dempsey yang tak menyangka hal itu dibicarakan, menjawab singkat.
"
Well, saya belum melihatnya. Dan Anda mengatakan bahwa (laporan) itu tidak dirilis kepada publik, jadi saya memilih untuk tidak mengomentarinya."



CNN mengatakan mendapatkan penjelasan dari berbagai pejabat setelah rapat dengar pendapat usai yang mengatakan bahwa bagian yang dibaca Lamborn itu tanpa sengaja ditandai sebagai bukan rahasia (
unclassified).
"Beberapa dari kami di Pentagon kaget mendengarkan penilaian itu dibacakan dengan keras dalam sebuah pertemuan dengar pendapat (yang terbuka), ujar seorang pejabat pertahanan kepada
CNN.
Kalimat yang dibacakan Lamborn itu berasal dari sebuah laporan setebal tujuh halaman berjudul "Pertimbangan Dinamika Ancaman 8099: Program Senjata Nuklir Korea Utara".
"Satu-satunya yang di-
unclassified DIA adalah kalimat itu dan judul laporan. ujar Lamborn ketika diwawancarai
CNN.
"Ini bulan laporan penjelasan singkat (
briefing) yang diberikan kepada Komisi. Ini adalah analisa DIA, sebuah laporan tujuh halaman dimana satu kalimat di dalamnya tidak rahasia (
unclassified)," ujarnya lagi.
Seorang staf pendukung Komisi kepada
CNN mengatakan bahwa Lamborn menerima laporan itu dari staf Komisi sebelum dengar pendapat dimulai.
"(Sebelumnya) kami sudah sangat hati-hati dan memeriksa kembali dengan DIA untuk memastikan bahwa tidak ada yang dirahasiakan sebelum memulai pembicaraan apapun secara terbuka mengenai hal ini," ujar salah seorang staf pendukung Komisi Militer.
Hal yang sama juga disampaikan Lamborn kepada Anderson Cooper yang mewawancarainya untuk program Ancderson Cooper 360.
Sementara Pentagon kemudian berusaha untuk menjauhkan persoalan ini dari perdebatan publik yang meluas.
"Saya tidak dapat membicarakan semua detil dari laporan yang dirahasiakan keseluruhannya, ini akan menjadi tidak akurat untuk menyatakan bahwa Korea Utara telah menguji coba dan mengembangkan (nuklir) dengan penuh," ujar Jurubicara Pentagon, George Little, dalam keterangan tertulis.
"Amerika Serikat terus memonitor dari dekat program nuklir Korea Utara dan mengajak Korea Utara untuk menghormati kewajiban internasional," ujar Pentagon lagi.
[ian]