Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Di Depan SBY, Pengusaha Minta Kenaikan Harga BBM

Ekonomi Lampu Kuning, Beban Subsidi Membengkak
SELASA, 09 APRIL 2013 | 08:40 WIB

.Beban subsidi energi dinilai sudah mempengaruhi laju pertumbuhan. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dinaikkan. Pemerintah ragu-ragu menaikkan komoditas paling vital tersebut.

desakan tersebut disam­pai­kan Ketua Umum Apindo Sof­jan Wanandi ketika mem­beri­kan sambutan di Musyawa­rah Na­sio­­nal (Munas) IX di Hotel JS Lu­wansa, Kuningan, Jakarta, kemarin.

Dia mendesak Presiden SBY agar segera mengambil tin­dakan tegas guna menyikapi beban sub­sidi energi yang makin besar.


“Kami juga sebenarnya tidak suka harga BBM naik. Cost ikut naik. Tapi kami mendukung tin­dakan tersebut untuk mengurangi de­fisit. Kami mendukung 100 per­sen agar harga BBM dinaik­kan,” cetus Sofjan.

Jika harga BBM tidak mau di­naikkan, lanjut dia, maka peme­rin­tah bisa menekan beban sub­sidi dengan menyalurkannya ke­pada orang yang tepat.

Dia mengungkapkan, keper­ca­yaan luar negeri terha­dap per­eko­nomian Indonesia saat ini cu­kup baik sehingga ke depan bisa lebih berkembang. Namun, saat ini In­donesia memiliki ma­salah in­ter­nal yakni, ancaman gang­guan ekonomi makro akibat be­sarnya anggaran subsidi.

“Dikhawatirkan beban subsidi ini akan menambah defisit atau minus neraca perdagangan.  Apa­lagi penerimaan pajak sedang tu­run, ditambah kurs rupiah me­lemah mendekati Rp 10.000 per dolar AS,” terang Sofjan. 

Menanggapi desakan pengu­saha ini, SBY mengaku pemerin­tah sedang mematang­kan be­bera­pa opsi untuk meng­­­­­a­tasi pem­beng­kakan subsidi energi di Angga­ran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Namun, menurut SBY, opsi ke­naikan harga BBM subsidi tidak menjadi prioritas. Dia kha­watir angka kemiskinan akan mening­kat bila harga BBM naik.

Hal tersebut, kata SBY, terlihat dari pengala­man­nya menaikkan harga BBM tahun 2005 dan 2008. Me­nurutnya, kenaikan harga BBM langsung memicu kenaikan kebutuhan pokok. Iro­nisnya, ke­naikan itu tak seban­ding de­ngan ke­naikan harga BBM subsidi.

“BBM naik sekian ribu, tapi harga yang lain itu naik­nya tak sebanding,” jelas SBY.
Atas pengalaman itu, Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu meminta banyak pihak memberi­kan masukan untuk mencari so­lusi pengurangan subsidi.

Anggaran subsidi energi tahun ini Rp 274,7 triliun. Rinciannya, subsidi listrik Rp 80,8 triliun dan  subsidi BBM Rp 193,8 triliun de­ngan asumsi volume konsumsi 46 juta kilo­liter (KL).

Kemenkeu mem­prediksi, kuota BBM subsidi akan me­lebihi kuota sebesar 7 juta KL. Dengan demi­kian, maka pemerintah harus merogoh tam­bahan dana Rp 35 triliun.
 
Ekonom Faisal Basri menilai, SBY lambat mengambil kepu­tu­san rencana pengendalian BBM. Menurutnya, impor minyak dan gas telah menyebabkan de­fisit ne­raca perdagangan. Alhasil, kon­disi nilai tukar rupiah juga se­makin terpengaruh dan terus me­lemah. Sementara anggaran sub­sidi energi baik listrik dan BBM semakin membesar.

“Saya sudah capek ngomong BBM bersubsidi. Dari dulu me­lakukan kajian melulu. Belum ada keputusan yang tepat soal BBM bersubsidi ini,” kritik Faisal, belum lama ini.

Dikatakan, dengan de­fisitnya neraca perdagangan, pe­merintah sebenarnya telah di­peringatkan  kondisi saat ini sudah lampu ku­ning “Kalau impornya sudah me­ninggi seperti ini, bah­kan me­le­bihi ekspornya, kita sudah mulai warning,” ujarnya.
Anggota Komisi VII DPR Is­ma­yatun juga mendesak presi­den segera mengambil kebija­kan. Na­mun, dia tidak setuju dengan opsi pembatasan. Me­nu­rut­nya,  peme­rintah tidak ber­hak mela­rang mas­yarakat mem­beli BBM subsidi.

“Saya kira pemba­tasan juga ti­dak akan bisa. Se­lama ini  sudah melakukan pem­batasan dan ti­dak pernah berha­sil,” kata Isma­yatun. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya