.Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berupaya agar kurikulum 2013 bisa diterapkan pada Juli mendatang. Padahal, DPR belum menyepakati anggarannya dan meminta Kemendikbud lebih dulu berkonsultasi dengan Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP).
Hal tersebut membuat para poÂlitisi Senayan geram, lanÂtarÂan anggaran pun urung diÂkeÂtok palu. Anggota Komisi X DPR Herlini Amran bahkan meÂnuÂding MenÂdikbud sengaja menÂcari dukungÂan kepada Presiden.
Menjelang Rapat Kabinet terÂbatas Bidang Pendidikan deÂngan PreÂsiden SBY, MenÂdikÂbud MuÂhamÂmad Nuh meÂnyaÂtaÂkan angÂgaran terkait pengaÂdaan buku dan pelatihan guru sudah diÂseÂtujui DPR.
Padahal, katanya, pemÂbaÂhaÂsan konstruksi Kurikulum 2013 dan anggarannya masih berÂjalan, seÂtidaknya hingga Rapat Kerja Komisi X DPR, 10 April 2012.
“Terasa ganjil, ketika MenÂdikÂÂbud berkata ada atau tidak kuÂrikulum baru, proyek pengÂadaan buku dan pelatihan guru jalan terus,†kata politisi PKS tersebut.
Jika benar program rutin KeÂmendikbud tidak perlu diperÂmaÂsalahkan lagi, lanjutnya, KeÂmendikbud seharusnya punya laÂporan realisasi program dan evaÂluasi kurikulum sebelumÂnya, paÂda Desember 2012.
“Kami tidak tahu, apakah teÂlah terjadi loncatan-loncatan proÂses yang tidak pernah dikeÂtaÂhui pubÂlik. Seperti bagaimana pelakÂsaÂnaan program penyemÂpurnaan kurikuÂlum, sistem pemÂbelajaran dan perbukuan yang memang menelan ratusan miliar rupiah dari Anggaran PendaÂpatan dan Belanja Negara (APBN) 2012,†tuding Herlini
DPR menyarankan, agar KeÂmendikbud lebih arif meÂnangÂgapi sikap kelompok maÂsyaÂraÂkat yang meminta uji publik lanjutan terkait Desain Final Kurikulum 2013.
Anggota Panja Kurikulum 2013 Komisi X DPR Raihan IsÂkandar pesimistis, kurikulum 2013 akan tetap diterapkan Juli.
“Kami sih mintanya agar peÂlaksanaan kurikulum tersebut diundur hingÂga tahun 2014. Semuanya harus dipersiapkan secara matang, kalau KeÂmenÂdikbud terkesan terÂburu-buru, justru kami khawatir akan menimbulkan masalah ke deÂpanÂnya,â€
warning Raihan.
Anggota Komisi X DPR biÂdang pendidikan Anton S SuÂratto mengungkapkan, berÂdaÂsarkan rapat terakhir Panja KuÂrikulum Komisi X DPR dengan WaÂmenÂdikbud pada 25 Maret lalu terkait anggaran kurikulum 2013, KoÂmisi X memberikan kesempatan kepada KemenÂdikbud melakukan konsultasi dengan BPKP.
“Belum ada kesepakatan terÂkait anggaran kurikulum 2013. Kami minta konsultasikan dulu, baru hasilnya akan disampaikan secara tertulis kepada Panja KuÂÂrikulum. Selanjutnya akan jadi bahan pertimbangan panja daÂlam raker dengan MenÂdikÂbud,†jelas Anton saat diÂkoÂnÂtak
RakÂyat Merdeka, kemarin.
Pengamat Pendidikan dari UniÂversitas Negeri Jakarta (UNJ) SurÂyadi meminta Mendikbud memenuhi persyaratan kurikÂulum baru ini terlebih dahulu. Seperti, peÂlaÂtihan guru, karena mayoritas pendidik ini belum mendapat pelatihan, seÂÂbagai syarat kurikulum tersebut.
“Seharusnya, tenaga pengajar sudah mendapat pelatihan seÂrius agar bisa memberikan penÂdidikan yang baik. Waktu tingÂgal tiga bulan lagi, ini sangat meÂpet. Yang ideal itu, guru daÂpat pelatihan satu tahun. Kami jusÂtru khaÂwatir,†cetus Suryadi.
Menanggapi hal itu, Menteri Nuh meÂÂngatakan, penyeÂlengÂgara maupun pengelola, baik seÂkoÂlah negeri maupun swasta yang berÂpeÂngaruh, menerima adanya peÂrubahan kurikulum. Mereka berasal dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan MaÂjelis Pendidikan Kristen.
“Mereka ini tidak ada yang menolak. Yang ramai nolak itu yang nggak punya sekolahan dan bukan pengelola seÂkoÂlaÂhan,†ketusnya.
Menurut bekas Rektor InsÂtitut Sepuluh NoÂvemÂber SuÂrabaya (ITS) ini, saat ini pihakÂnya tengah mematangkan proÂses pencetakan buku. Lebih lanjut untuk soal anggaran, kata Nuh, sudah disetujui.
“Anggaran kita ini, ada atau tidak kurikulum baru, pasti mesti ada pelatihan guru. Ada kuriÂkulum, tidak ada kuÂriÂkuÂlum, mesti menyiapkan buku. Ada kuÂrikulum, tidak ada kuÂriÂkuÂlum, mesti menyiapkan pelaÂtihan keÂpala sekolah. Apa yang biasa dilakukan masing-masing direkÂtorat sekarang diubah unÂtuk kuÂrikulum baru,†ujar bekas MentÂeri Komunikasi ini.
Menteri Nuh pun rencananya akan bertemu SBY guna mengÂÂÂÂÂgelar rapat kabinet terbatas biÂdang pendidikan, untuk memÂbaÂhas perkembangan perÂsiapan KuÂrikulum 2013 di Kantor PreÂsiÂden Jakarta, SeÂlasa (9/4). [Harian Rakyat Merdeka]