Berita

Dunia

Prancis Perkuat Dukungan untuk Maroko dalam Hadapi Sengketa Sahara Barat

SELASA, 09 APRIL 2013 | 00:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dukungan kembali mengalir untuk Kerajaan Maroko yang tengah menghadapi Polisario dan Aljazair dalam sengketa Sahara Barat.

Sejauh ini hanya Maroko yang memiliki proposal penyelesaian yang serius dan kredibel, yang dapat digunakan sebagai pijakan dalam menyelesaikan persoalan itu.

Demikian disampaikan Presiden Prancis François Hollande yang pekan lalu berkunjung ke Maroko.


"Rencana damai yang ditawarkan Maroko pada 2007 berisikan konsep otonomi luas untuk masyarakat Sahara Barat. Saya ulangi poin pentingnya disini: ini adalah dasar yang serius dan kredibel untuk menegosiasikan solusi," ujarnya ketika berbicara di depan anggota Parlemen Maroko (Kamis, 4/4).


 Menurut Presiden Hollande, isu Sahara Barat merupakan salah satu batu penyandung rekonstruksi kawasan Maghribi. Dia menyoroti keluarga yang terpisahkan konflik ini, kondisi populasi di dalam Kamp Tindouf yang memprihatinkan dan relasi antara kelompok pemberontak dengan negara-negara Maghribi.

Dia juga menegasakan bahwa negaranya bersikap tegas soal sengketa Sahara Barat. Prancis mendukung upaya Dewan Keamanan PBB mencari penyelesaian politik yang dapat diterima bersama-sama berdasarkan pada Resolusi DK.


"Status quo di Sahara Barat mengganggu keamanan kawasan tersebut," ujarnya lagi.

Dalam pernyataan bersama yang ditandantanganinya dengan Raja Muhammad VI, Presiden Hollande mengatakan kunjungan ke Maroko merupakan dukungan negaranya pada ambisi Maroko mengadopsi reformasi dan keterbukaan.

Dalam pernyataan bersama itu disebutkan bahwa kedua kepala negara sepakat untuk mempekuat dialog dan konsultasi serta aksi bersama pemerintahan kedua negara, lembaga parlemen, kelompok bisnis, univeritas dan pemangku kepentingan masyarakat sipil lainnya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya