.Kementerian Pertanian berjanji akan menyelidiki sampai tuntas temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) mengenai dugaan adanya pelanggaran di dalam proses impor daging. Siapa pun yang terlibat akan ditindak tegas.
Wakil Menteri Pertanian (WaÂmentan) Rusman Heriawan meÂmastikan akan menidaklanjuti temuan BPK.
“Saya sudah membahas masaÂlah itu secara khusus dengan menÂÂteri, kita akan selidiki. Kalau diÂtemukan adanya peÂlanggaran, siapa pun orangnya, baik pejabat ataupun importir kami akan tinÂdak tegas,†kata Rusman kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Temuan BPK mengenai duÂgaan adanya pelanggaran di daÂlam proses impor daging disamÂpaikan Ketua BPK Hadi PoerÂnomo, baru-baru ini. Ada lima duÂÂgaan pelanggaran. Pertama, imÂpor tidak dilengkapi Surat PerÂseÂtujuan Pemasukan (SPP).
KeÂdua, pemalsuan dokumen
inÂvoice pelengkap Persetujuan Impor Barang (PIB).
Ketiga, memalÂsuÂkan surat perÂsetujuan impor daÂging sapi. Keempat, impor dilaÂkukan tanpa melalui prosedur kaÂrantina. KeÂlima, mengubah nilai transaksi impor daging sapi yang tujuanÂnya, agar dapat memÂbayar bea masuk lebih murah. TeÂmuan terÂsebut merupakan hasil pemeÂriksaan BPK terhadap proÂgram pengenÂdalian impor daging saÂpi tahun 2010 sampai 2012.
Rusman geram dengan temuan BPK itu. “Dalam situasi seperti sekarang ini, jangan coba maÂcam-macam. Ancamannya berat,†katanya dengan nada tinggi.
Rusman menjelaskan, pihakÂnya bekerja sama dengan BPK di dalam melakukan penyelidikan.
Saat ditanya soal sanksi, RusÂman menjawab, sudah ada aturÂan mainnya. Pihaknya akan beÂkukan izin usaha importir yang terlibat. Bila daging masih ada, pemerinÂtah akan memusÂnahÂkannya atau mengembalikan ke negara peÂngiÂÂrim.
“Percayalah, kami akan berÂtindak tegas,†janjinya.
Staf Ahli Menteri Pertanian Prabowo Respatiyo Caturroso memberikan keterangan memÂperkuat temuan BPK soal duÂgaan pemalsuan dokumen impor. Dia mengatakan, format SPP sering berubah.
Prabowo menceritakan, saat menjabat Direktur Jenderal PeterÂnakan dan Kesehatan Hewan KeÂmentan, dia telah mengubah forÂmat SPP dari kertas HVS biasa menjadi kertas berhologram.
“Tapi setelah saya tidak menjaÂbat, formatnya berubah lagi,†kata Prabowo, Jumat (5/4).
Prabowo juga menerangÂkan salah satu modus pemalsuan SPP. Menurutnya, importir berÂalasan ingin mengganti negara yang menjadi tempat tujuan pemÂÂbelian daging. Tetapi, mereÂka tiÂdak menyerahkan SPP yang laÂma. Akibatnya, importir meÂmiÂliÂki dua SPP seÂhingga bisa impor dua kali lipat.
“Misalnya importir pegang SPP impor daging dari Australia. Lalu dia mengubah negara pengÂekspor ke Selandia Baru. Tapi SPP yang lama tidak ditarik,†jelas Prabowo.
Apakah Menteri Pertanian Suswono mengetahui permainan pemalÂsuan SPP? Prabowo menÂjawab, “Menteri mungkin deÂngar juga dari media massa.â€
Ketua Dewan Hortikultura Nasional (DHN) Benny Kusbini menilai, temuan BPK bukanlah hal baru. Dia berharap, KPK yang sedang menaÂngani kaÂsus suap impor daging bisa meÂnyeÂlesaiÂkan kasus ini sampai tunÂtas.
“Saya pesimis Kementan mau meÂninÂdaklanjuti temuan BPK. Itu sama saja buka borok sendiÂri,†cetus Benny.
Benny meminta, semua pihak tidak hanya menyalahkan penguÂsaha. Sebab, pengusaha itu tidak mungkin bisa bermain bila tak menÂdapatkan bantuan pejabat.
Menurut Benny, sebenarnya pengusaha ingin seÂmua berjalan sesuai aturan, tetapi pejabat seÂring mempersulit. Akibatnya, peÂÂnguÂsaha melakukan cara-cara lain agar bisnisnya lancar.
“Semua jangan sok bersih, saÂling menyalahkan padahal seÂmuaÂÂnya sama. KemenÂtan jaÂngan cuci tangan,†kritiknya. [Harian Rakyat Merdeka]