Berita

Olahraga

Jokowi Pastikan JEDI Tak Pakai Dana Bank Dunia

SELASA, 02 APRIL 2013 | 18:09 WIB

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memastikan program pengerukan kali atau Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) tidak menggunakan pinjaman dana dari Bank Dunia.

"Karena kalau dilihat dari persyaratannya terlalu rumit, jadi sebaiknya untuk program JEDI kami tidak menggunakan pinjaman dari Bank Dunia," kata Jokowi di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (2/4).

Jokowi mengusulkan, pelaksanaan program JEDI atau program pembangunan infrastruktur lainnya lebih memaksimalkan keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN).


"Pelan-pelan, kita harus mulai mengubah orientasi. Kegiatan perekonomian yang tergolong besar, seperti pembangunan infrastruktur harus bisa kita lakukan sendiri. Caranya, yaitu dengan memberdayakan apa yang sudah kita punya, seperti BUMN dan BUMD," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, pinjaman yang ditawarkan oleh Bank Dunia untuk program JEDI masih tergolong sedikit dan syaratnya juga dinilai terlalu rumit.

"Pinjaman yang diberikan hanya Rp 1,2 triliun dan syaratnya rumit sekali. Oleh karena itu, kami harus berani menolak pinjaman dan lebih mengandalkan apa yang sudah kami punya," tutur Jokowi.

Jokowi menuturkan, Pemprov DKI Jakarta memiliki Sisa Lebih Penggunaan Anggara (SiLPA) mencapai Rp 8 triliun yang dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan program JEDI.

"Kalau syaratnya terlalu rumit, saya pikir tidak perlu sampai mengajukan pinjaman. Harta yang kita miliki sudah banyak, jadi kita harus percaya diri," ungkap Jokowi.

Meskipun demikian, Jokowi tetap memastikan bahwa program JEDI tidak dibatalkan. Hanya saja, lanjut dia, waktu pelaksanaannya akan mundur. Jokowi menambahkan hambatan tersulit yang akan dihadapi dalam pelaksanaan program JEDI adalah terkait masalah relokasi warga yang tinggal di bantaran kali karena warga harus memperoleh tempat tinggal yang lebih layak.[ant/wid] 

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Bareskrim Bongkar Tempat Jual Beli Ekstasi di Tempat Hiburan Malam

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:59

Ekonom Sambut Baik Kerja Sama RI-Jepang soal Energi Hijau

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:45

NKRI di Persimpangan Jalan

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:13

Legislator Kebon Sirih Bareng Walkot Jakbar Sidak Terminal Kalideres

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:50

Menhan: Masyarakat Harus Benar-benar Merasakan Kehadiran TNI

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:25

RI Siapkan Tameng Hadapi Investigasi Dagang AS

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:08

Kemenhub Tegaskan Penerbangan ke Luar Negeri Tetap Beroperasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:50

Teheran Diserang Lagi, Israel Klaim Bunuh Dua Pejabat Tinggi Iran

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:30

Sopir Taksi Daring Lapor Polisi Usai Dituduh Curi Akun Mobile Legend

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:10

BI Beri Sinyal Tidak Akan Pangkas Suku Bunga Imbas Gejolak Global

Rabu, 18 Maret 2026 | 00:50

Selengkapnya