Berita

keMenterian Keuangan

Bisnis

Tolak Saja Calon Menkeu Titipan Pengusaha Hitam

SELASA, 02 APRIL 2013 | 08:25 WIB

.Siapa calon Menteri Keuangan (Menkeu) baru sampai sekarang masih gelap. Sejumlah ekonom  mewanti-wanti Presiden SBY ekstra hati-hati memilih pengganti Agus Martowardojo. Banyak pihak berkepentingan dengan Menkeu baru nanti.

Mereka berharap Menkeu baru terbebas dari afiliasi parpol dan pengusaha hitam.
Direktur Institute for Deve­lopment of Economics and Fi­nance (Indef) Enny Sri Hartati menyebut setidaknya tiga syarat yang diharapkannya dipertim­bang­kan Presiden SBY di dalam memilih Menkeu baru.

Pertama, bebas dari afiliasi par­pol. “Pemilu 2014 sudah se­makin dekat, politik makin pa­nas. Ja­ngan sampai posisi itu di­jadikan alat parpol untuk men­cari pen­danaan untuk pemilu,” jelas Sri ke­pada Rakyat Mer­deka, kemarin.

Pertama, bebas dari afiliasi par­pol. “Pemilu 2014 sudah se­makin dekat, politik makin pa­nas. Ja­ngan sampai posisi itu di­jadikan alat parpol untuk men­cari pen­danaan untuk pemilu,” jelas Sri ke­pada Rakyat Mer­deka, kemarin.

Kedua, terafiliasi dengan peng­u­saha hitam. Sri mengatakan, po­sisi Menkeu sangat strategis di dalam menentukan kebijakan perekonomian. Dia ingin Menkeu baru bisa bekerja secara pro­fesio­nal.  Dan ketiga, menguasai ma­salah fiskal dan mampu meng­atasi inefisiensi anggaran.

Pihaknya mengakui, postur anggaran yang diatur Ke­men­terian Keuangan (Kemenkeu) ini jauh dari ideal. Anggaran APBN hanya habis untuk belanja modal dan gaji pegawai.

“Saya melihat di postur APBN ada inefisiensi, anggaran belum mendukung pro­gram pro rakyat, tetapi lebih ba­nyak ter­serap untuk anggaran biro­kra­si,” jelasnya.

Sementara ekonom Didik J Rachbini ikut memberikan ma­sukan ten­tang pentingnya me­milih calon Men­keu yang bisa mengatasi inefi­siensi ang­garan. Baginya, carut marut peng­elolaan APBN meru­pakan pe­ker­­jaan rumah utama yang harus bisa diatasi Menkeu. 

“APBN selalu jebol beberapa ta­hun terakhir. Menkeu nanti ha­­rus bisa melakukan kontrol, penge­luaran menjadi efisien dan pema­sukan menjadi lebih be­­sar,”  kata Didik kepada Rak­yat Merdeka.

Bekas anggota DPR ini enggan menyebutkan nama siapa yang pantas menggantikan Agus. Dia hanya bilang, orang Indonesia sudah banyak yang berkompeten untuk jadi Menkeu. “Mudah-mudahan saja Presiden tidak salah pilih,” cetus dia. 

Seperti diketahui,  Agus Marto­wardojo terpilih menjadi Guber­nur Bank Indonesia (BI), Selasa (26/3). Dia rencananya akan di­lantik 23 Mei mendatang. De­ngan demikian maka otomatis kursi Menkeu akan kosong.

Se­jumlah nama sudah disebut-sebut bakal menjadi peng­ganti­nya. Me­reka antara lain, Guber­nur BI Darmin Nasution, Wakil Menteri Keuangan Anny Ratna­wati, Wa­kil Menteri Keuangan Ma­hendra Siregar, Kepala Bap­pe­nas Ar­mida dan Kepala Badan Koor­dinasi Penaman Modal (BKPM) Chatib Basri, Menteri Perdaga­ngan Gita Wirjawan dan Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Sofyan Basir.

Menteri Perekono­mian Hatta Rajasa pernah mengungkapkan bahwa SBY sudah mengan­tongi calon Men­keu baru. Namun dia masih mengunci mulutnya rapat-rapat identitas figur yang se­be­narnya membuat Pre­siden ter­kesima itu.

Wakil Asosiasi Emiten Indo­nesia Haryanto Adikoesoemo juga berharap, figur yang di­pilih independen dan pro­fessio­nal.

“Untuk posisi Menkeu itu yang paling penting paham eko­nomi dan independen, tidak tera­filiasi dengan parpol atau kelom­pok mana pun,” katanya. Hal ter­sebut penting, karena posisi Men­keu sangat strategis dalam membiayai berbagai proyek pe­merintah. Khu­­susnya di bi­dang infra­struktur.

Dia menilai penempatan Agus menjadi Gubernur BI sudah tepat. Karena Agus memiliki latar bela­kang di bidang perbankan.

Sementara, ekonom UGM Revrisond Bas­wir enggan me­nyam­paikan ma­sukannya ten­tang  calon Men­keu. “Selama ini Men­keu menga­nut paham ekonomi liberal,” katanya.

Darmin pernah di­mintai tang­gapannya mengenai namanya yang disebut-sebut ma­suk bursa calon Menkeu. Namun, dia tidak mau berkomentar banyak.

“Saya belum mau jawab itu, yang nyebut (bilang) sopo? Ja­ngan tanda itu dulu” kata bekas Dirjen Lembaga Keuangan Non Bank Kemenkeu ini. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya