Berita

Badan Pusat Statistik (BPS)

Bisnis

BPS Minta Pemerintah Awasi Bahan Makanan

SELASA, 02 APRIL 2013 | 07:58 WIB

.Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi Maret 2013 berada di angka 0,63 per­sen. Angka ini lebih rendah dari Februari 2013 yang berada di angka 0,75 persen.

Kepala BPS Suryamin menje­laskan, inflasi tahun kalender ber­ada sekitar 2,43 persen dan inflasi secara year-on-year (yoy) di 5,90 persen. Sementara, secara yoy inflasi inti berada di 4,21 persen dan 0,13 persen untuk Maret.

“Kalau lihat 0,63 masih tinggi dibandingkan lima tahun bela­kangan, kecuali Maret 2008, tapi dibandingkan 2009, 2010, 2011, dan 2012 lebih tinggi. Hal ini didominasi kenaikan harga bahan makanan,” ujar Suryamin di kantornya, kemarin.


Menurut dia, dari 66 kota, Indeks Harga Konsumen (IHK) di 58 kota tercatat mengalami inflasi. Sementara delapan kota deflasi. Inflasi tertinggi di Sorong yang be­rada di 1,73 persen dan Pang­kal Pinang dan Cirebon 1,7 persen.

Sedangkan terrendah Pekan Baru 0,04 persen. Sedangkan deflasi tertinggi di Jaya Pura 2,63 persen dan Tanjung Pinang 0,87 persen. “Maret dan April masa-ma­sa panen, jadi ada komoditi me­­nurun bisa menderek ke bawah,” ujar Suryamin.

Suryamin mengatakan, walau­pun demikian bahan makanan menjadi hal menonjol jelas pe­nyebab inflasi. Jadi pemerintah di­imbau melihat kontrol bahan ma­kanan ke depan.

Dia juga menyatakan, jika pe­merintah mampu menjaga harga yang bergejolak selama tiga bu­lan terakhir, kemungkinan target inflasi pemerintah akan tercapai sebesar 4,9 persen.

“Kan kita masih Maret, berarti masih berjalan tiga bulan, padahal kita masih ada sembilan bulan lagi. Untuk prediksi 4,9 persen tergan­tung pengendalian pemerintah ter­hadap penyebab inflasi,” ujarnya.

Sisa waktu yang sembilan bulan, kata dia, sangat penting untuk mencapai target inflasi 4,9 persen. Pemerintah bisa me­ngam­bil peran mengendalikan bahan makanan yang terus bergejolak selama ini.

“Berdasarkan data harus ada upaya sisa bulan berikutnya mengendalikan harga, supaya target tercapai,” tuturnya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya